Sirkus Kontemporer Ramaikan Festival Musim Seni Prancis 2015

Sirkus Kontemporer Ramaikan Festival Musim Seni Prancis 2015

Festival Musim Seni Prancis “Printemps Français” (baca : prangtang frangsé) tahun 2015 siap menampilkan Sirkus Kontemporer di mana untuk pertama kalinya dihadirkan di Jombang, Jawa Timur.

“Tahun ini festival seni budaya tahunan yang diselenggarakan oleh Institut Français Indonesia (IFI) memasuki usia ke-11. Untuk itu kami ingin ada sesuatu yang beda dengan pelaksanaan sebelumnya dan Jombang adalah tempat yang cocok,” kata Penanggung Jawab Budaya dan Komunikasi Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya Pramenda Krishna, Rabu (2/5/2015).

Menurut dia, pertunjukan sirkus kontemporer itu ditampilkan oleh seniman Prancis, Vincent de Lavenère (baca : vangsang de lavener) di Jombang pada tanggal 31 Mei mendatang. Untuk di Surabaya ia akan menyuguhkan atraksinya pada 1 Juni 2015.

“Khusus pertunjukan di Surabaya, IFI bekerja sama dengan Universitas Narotama, yang sedang merayakan ulang tahun ke-2 Podjok Prancis, pusat informasi tentang Prancis di kampus tersebut,” ujarnya.

Sementara, jelas dia, untuk pentas di Jombang maka IFI didukung oleh Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu). Apalagi di sana juga memiliki Lesehan Prancis sebagai pusat informasi tentang Prancis.

“Acara pentas juggling kontemporer bertajuk Jonglerie Champêtre terbuka untuk segala usia dan gratis. Sang juggler juga unjuk aksi di Jakarta, Bali, Medan, Padang dan Bandung,” katanya.

Mengenai Vincent Lavenère, tambah dia, adalah seorang juggler yang unik di antara seniman sirkus kontemporer Prancis lainnya. Dengan kepiawaiannya, ia menciptakan pertunjukan multidisiplin.

“Bahkan pertunjukannya mendatang kami yakini tidak hanya membuai telinga juga menghipnotis mata,” katanya.

Di samping itu, lanjut dia, atraksinya melalui Jonglerie Champêtre sengaja dihadirkan dengan perpaduan permainan juggling dan harmonisasi iringan alat musik citole. Selain itu dilengkapi dengan sarung tangan chistera dan gemerincing bola.

“Pada agenda itu kami tidak menargetkan jumlah pengunjung. Kami harap masyarakat Jatim khususnya Jombang dan Surabaya dapat menikmati acara itu,” katanya. (wh)