Singapura dan Malaysia Keluhkan Birokrasi Investasi RI

Singapura dan Malaysia Keluhkan Birokrasi Investasi RI

Usai dilantik menjadi Presiden, Joko Widodo atau Jokowi langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah kepala negara. Di antaranya Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Dalam pertemuan itu, Lee Hsien curhat terkait investasi di Indonesia.

“Tadi menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi. Misalnya, subsidi BBM (bahan bakar minyak), kemudian infrastruktur, beliau (PM Singapura) tanyakan juga mengenai reformasi birokrasi. Karena keluhannya memang itu,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014).

Jokowi menambahkan, ada empat hal yang kerap dikeluhkan para investor. Empat hal ini dinilai sebagai hal yang mendasar dalam berinvestasi di Indonesia. “BBM, infrastruktur, reformasi birokrasi, kemudian listrik. Itu aja,” jelas Jokowi.

Sementara itu, Jokowi juga menjelaskan pertemuannya dengan PM Malaysia, Najib Razak, di mana juga membahas mengenai aturan yang menyangkut investasi. “Kalau tadi dengan PM Malaysia bicara mengenai aturan-aturan yang menyulitkan mereka untuk investasi di bidang-bidang tertentu,” pungkas Jokowi.

Kedua perdana menteri negeri jiran itu  memang menjadi tamu pertama Jokowi setelah menjadi Presiden. Keduanya juga hadir langsung menyaksikan pelantikan dan pengambilan sumpah Jokowi sebagai Presiden RI yang ke-7.  (lp6/ram)