Siap Nyapres, Yusril Belum Tentukan Pendamping

Siap Nyapres, Yusril Belum Tentukan Pendamping
OPTIMISTIS : Yusril Ihza Mahendra diarak saat deklarasi capres di JX International, (8/12/2013).

Yusril Ihza Mahendra akhirnya mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (capres) 2014.  Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) menyampaikan kesiapan menduduki kusi RI 1 di hadapan massa pendukungnya di halaman JX International, Minggu (8/12/2013).

Yusril ini mengaku optimistis mampu menjadi kuda hitam dalam pertarungan perebutan kursi presiden 9 April 2014 mendatang.  “Massa kami memang kecil, tapi kami memiliki niat dan cita-cita yang tulus serta semangat juang yang tinggi. Hal itu membuat kekuatan kita menjadi lebih besar,” katanya.

Yusril mengutarakan alasannya memilih Surabaya sebagai tempat dilakukannya deklarasi. Kota Surabaya dipilih lantaran Jatim  merupakan basis massa PBB terbesar di Indonesia. Karena itu, dia pun mengaku hanya akan menyelenggarakan deklarasi satu kali di Surabaya saja.

Acara deklarasi di Surabaya dikemas meriah dengan pawai barongsai, reog ponorogo, mobil kuno, dan Harley Davidson sejauh 2,5 km dari Carrefour A Yani menuju JX International. Kemudian dilakukan pelepasan burung merpati dan balon bertuliskan Gus YIM for President.

“DPP PBB dan Majelis Syuro telah memberikan kepercayaan kepada saya. Insya Allah, amanat tersebut tidak akan saya sia-siakan,” tegas mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) di era Presiden Megawati tersebut.

Kendati telah mendeklarasikan diri sebagai Capres, Yusril mengaku belum menentukan siapa yang akan mendampingi dirinya. Sebab, pihaknya masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang ditargetkan akan keluar pada Januari 2014.

Seperti diketahui, Gus Yim akan mengajukan judicial review kepada MK untuk membatalkan ketentuan Pilpres 2014 yang dinilai bertentangan dengan UUD 1945. “Saya berharap Pilpres 2014 semua partai berhak untuk mengajukan pasangan calon presidennnya, baik dengan cara bergabung atau sendiri. Dan ini akan mengubah peta kekuatan politik menjadi lebih terbuka dan demokratis,” ungkap dia.

Ketua Umum DPP PBB MS Kaban menambahkan, ada tiga nama yang digadang-gadang sebagai pasangan Gus Yim. Di antaranya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Puan Maharani, hingga Yenny Wahid. Namun, dia tidak menampik calon lain juga berpeluang untuk maju. “Semuanya masih berpeluang. Bukan hanya dari tiga nama itu. Tapi, juga tokoh lain,” tandasnya. (wh)