Siaga Satu, Car Free Day Surabaya Dihentikan

Siaga Satu, Car Free Day Surabaya Dihentikan
CFD di Kawasan Darmo dan Taman Bungkul yang kerap digunakan masyarakat Surabaya untuk ajang seni dan berolahraga, foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Situasi pascapeledakan bom bunuh diri di Jakarta membuat kegiatan di beberapa daerah dihentikan sementara seperti gelaran Car Free Day (CFD) di kota Surabaya yang digelar setiap Minggu pagi. Ini menyusul dikeluarkannya ketetapan siaga satu bagi seluruh Kapolda se-Indonesia oleh Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti.

Kabid Perlindungan Masyarakat Bakesbang Linmas Kota Surabaya, Agus Purnomo mengatakan penghentian sementara CFD di kota Pahlawan mengacu pada saran dari Satuan Intelkam Polrestabes Surabaya.

“Car Free Day untuk sementara ditiadakan dengan pertimbangan situasi dan kondisi keamanan. Makanya ini kami sosialisasikan kepada warga. Intinya masyarakat tidak perlu takut, tetapi harus meningkatkan kewasapadaan,” kata Agus usai rapat di Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkot Surabaya, Jumat (15/1/2016).

Rapat tersebut dihadiri Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya terkait diantaranya BLH, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas). Termasuk dari Polrestabes Surabaya dan juga beberapa komunitas yang selama ini aktif menyemarakkan gelaran Car Free Day.

Agus menambahkan, Bakesbang bersama Satpol PP juga akan menempatkan personel di setiap lokasi CFD untuk memberikan informasi kepada masyarakat perihal ditiadakannya CFD untuk sementara waktu. “Penghentian kegiatan ini hanya bersifat sementara saja,” ujarnya.

Seperti diketahui, tiga jalan protokol yakni Jalan Raya Darmo, Jalan Tunjungan dan Jalan Kertajaya yang biasanya dipakai untuk kegiatan CFD setiap Minggu pagi tersebut dihentikan untuk sementara hingga perkembangan lebih lanjut.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, Novi Dirmansah mengatakan untuk sementara ketiga jalan tersebut diperbolehkan untuk dilewati kendaraan pada Minggu pagi karena dihentikan sementara kegiatan CFD.

Menurutnya, meskipun untuk sementara kegiatan CFD di Surabaya tidak digelar, tetapi  masyarakat Kota Pahlawan yang terbiasa berolahraga di hari Minggu pagi, tetap bisa menyalurkan hobi olahraganya. Semisal melakukan jogging maupun gowes (bersepeda).

“Tentunya tidak di ruas jalan-jalan tersebut, seperti bila ada CFD. Masyarakat tentunya tetap bisa berolahraga. Tapi kegiatan CFD dan penutupan jalan, sementara ditiadakan” sambung Novi.

Dinas Perhubungan akan menertibkan peralatan penutup jalan semisal palang kuda yang selama ini menjadi penanda adanya CFD. Tujuannya, agar tidak terjadi penutupan jalan oleh masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menutup sepihak jalan-jalan yang biasanya digunakan sebagai pusat kegiatan CFD tersebut. (wh)