Siaga Kiriman Asap  Indonesia, Singapura  Galakkan Kampanye

asap singapura

 

Sebuah kampanye terkait bahaya asap dari kebakaran hutan diluncurkan bersama pekan lalu oleh WWF-Singapore, People’s Movement to Stop Haze (PM.Haze), dan Singapore Institute of International Affairs (SIIA).

Presiden PM.Haze Tan Yi Han menjelaskan kampanye dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah asap (kabut) yang melanda Singapura dan bagaimana upaya menghentikannya. Melalui gerakan ini, konsumen diajak membelanjakan produk ramah lingkungan dibandingkan yang tidak ramah lingkungan sehingga menyebabkan kebakaran lahan.

Seperti diketahui, asap yang menjadi persoalan rutin setiap tahun terjadi karena pembukaan lahan kelapa sawit serta pulp and paper yang masif. Permintaan kelapa sawit yang terus meningkat diolah menjadi lisptik, pasta gigi, pizza, dan es krim. Secara tidak langsung, gerakan ini untuk membangun kesadaran warga Singapura terkait dengan sistem produki minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Sejumlah program kampanye sudah disiapkan untuk menjangkau pendidikan di sekolah dan beberapa road show. Kampanye juga akan ruang publik seperti lokasi pemberhentian bus, jalur pejalan kaki, pertunjukkan di mal hingga media sosial. “Pertama-tama , kami ingin kumpulkan 50.000 komitmen. Kami sudah mulai mengidentifikasi pemain kunci dan akan memberitahu bahwa pelanggan mempunyai tuntutan untuk mengetahui apa yang telah dilakukan,” kata Direktur Komunikasi WWF-Singapore Kim Stengert beberapa waktu lalu.

Dalam situs PM.Haze beberapa waktu lalu dijelaskan bahwa Indonesia dan Malaysia menjadi pemasok 85 persen minyak kelapa sawit (CPO) dunia. Pembukaan lahan yang tidak terkontrol menjadi persoalan serius, termasuk asap tersebut bagi Singapura.

Sementara itu, sejak akhir Juni 2015 lalu, ancaman kabut asap terus mengitari pulau Sumatera seiring dengan titik api baru di hutan Riau terus bermunculan dan mengakibatkan munculnya kepulan asap. Pantauan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) asap tersebut mulai bergerak ke arah Malaysia dan Singapura. (bst)