Shipping Line Tunggu Realisasi Kinerja Pelindo III

Shipping Line Tunggu Realisasi Kinerja Pelindo III

Mayoritas shipping line (perusahaan pelayaran) masih menunggu realisasi kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III). Sejumlah masalah yang masih mengganjal di antaranya, solusi yang diberikan dengan penambahan unit kapal pandu, kapal tunda, dan pilot dari masing-masing kapal dan masing-masing terminal.

Problem selama ini ketersediaan tambatan (dermaga) yang masih kurang,” kata Manajer Operasional PT Alken Sudirman Sudirman selepas sharing season pemaparan program kerja Pelindo III 2014 selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Jumat (12/12/2013).

Sudirman menyatakan, bila kapal tidak segera sandar atau sedang menunggu kapal pandu, kebutuhan bahan bakar semakin tinggi. Dia mencontohkan kebutuhan BBM per hari mencapai sekitar Rp 7,2 juta untuk motor bantu saat mesin kapal mati.

Asumsi itu diambil dari 30 liter perjam dengan harga solar industri ditaksir Rp 10.000. Bila waiting time (waktu tunggu) mencapai sehari kebutuhan solar mencapai Rp 7,2 juta. Semakin besar kapal, akan semakin besar kebutuhan BBM. Kebutuhan itu untuk kapal ukuran 2.000 DWT (Death Weight Tonnage).

Sementara kapal yang dimiliki Alken di Surabaya mencapai 18 unit, dengan rata-rata ukuran kapal mencapai 3.000-4.000 DWT. Hal yang sama juga disampaikan Tano Inti Line. Manajer Operasi, David menyebut kendala untuk Tanjung Perak adalah masa waktu tunggu.

”Tidak hanya untuk waktu tunggu sandar, tetapi juga waktu tunggu kapal pandu. Tetapi hasil sharing season ini sudah bagus. Ke depannnya kita harapkan bisa lebih baik lagi, seiring dengan beroperasinya Teluk Lamong,” lanjutnya.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo III, Husein Latief, berjanji akan melakukan perbaikan di semua terminal. Salah satunya, menambah kapal pandu dan tunda, termasuk personelnya.

”Nantinya masing-masing terminal akan kita tambah. Kedepan kita ciptakan zero waiting time (waktu tunggu nol),” tegasnya.

Kata Husein, tahun ini ketersediaan kapal tunda di Tanjung Perak sebanyak 12 unit. Hingga tahun 2018 nanti total kapal tunda mencapai 20 unit. Sedangkan SDM tahun ini di Tanjung Perak 63 orang. ”Tahun 2018 menjadi 72 personel,” cetusnya.(wh)