Shipping Line Sambut Rute Baru Paciran-Pulangpisau

Shipping Line Sambut Rute Baru Paciran-Pulangpisau

PT Dharma Dwipa Utama, anak perusahaan shipping line Dharma Lautan Utama (DLU), siap menjalankan rute perintis. Ini menyusul rencana pemerintah membuka rute anyar pelayaran dari Paciran-Pulangpisau.

Presiden Komisaris PT Dharma Dwipa Utama (DDU) Bambang Harjo mengungkapkan, pengalaman main corporate (perusahaan induk) telah menjalankan rute perintis. Sebelumnya, PT Dharma Lautan Utama (DLU) telah menjalankan rute perintis, Paciran-Bawean sejak Oktober 2013 silam.

Bambang menjelaskan pengajuan rute keperintisan itu sudah masuk ke Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. “Kita sudah membantu pemerintah dan masyarakat menciptakan market rute keperintisan selama tiga bulan. Itu pengalaman kami, meskipun biaya subsidi rute Paciran-Bawean belum dibayar pemerintah,” kata Bambang.

Ia menyebut sejak rute perintis dijalani DLU, market untuk rute Paciran-Bawean tumbuh. Setidaknya load factor (tingkat keterisian) kapal mencapai 30 persen. Load factor itu cukup tinggi untuk ukuran rute keperintisan.

Hanya, rute keperintisan yang dijalankan PT DLU berakhir per 1 Januari 2014. Sementara rute tersebut akan dilanjutkan oleh PT ASDP menggunakan kapal dari biaya APBN per 15 Januari. Dengan demikian, pelabuhan Paciran ini tidak beroperasi selama 15 hari setelah rute keperintisan berakhir awal tahun ini.

Melalui anak perusahaan shipping line, PT DDU siap memberi pelayanan maksimal. “Bahkan kami siap memberi pelayanan diatas standar yang ditetapkan pemerintah,” tegas pria yang juga Ketua Umum Kodrat Jatim itu. Pengalaman yang dimiliki DLU membuka rute keperintisan bisa memenangkan lelang sebagai operator rute keperintisan berikutnya.

Sejauh ini armada yang disiapkan adalah kapal roll on roll off, Satya Kencana II dengan kapasitas 600 penumpang, plus 30 kendaraan yang terdiri dari truck, roda empat dan roda dua. Kapal ini memiliki GT 2.100, dengan panjang 72 meter, dan lebar 14 meter sudah cukup layak.

Direktur Operasi PT DDU, Rahmatika Ardianto mengakui untuk menjalankan rute perintis ini cukup susah. Masalahnya rute perintis dituntut mencari dan mengoptimalkan okupansi perusahaan shipping line. “Kita juga membutuhkan biaya untuk operasional, seperti BBM, awak kapal, suku cadang, dan pelayanan,” terang Rahamtika.

PT DLU sendiri sudah mengoperasikan rute perintis bersubsidi seperti Jangkar-Kalianget dan Raas-Sapudi. Sedangkan non subsidi adalah Semarang-Ketapang-Kalimantan Barat dan Batulicin-Makassar. Sejauh ini PT DDU belum mengungkapkan seberapa besar investasi untuk rute  baru ini.

“Kita optimistis memenangkan lelang rute keperintisan ini, karena kita sudah berpengalaman dan punya kelayakan untuk mengoperasikan kapal. Rute keperintisan tidak boleh main-main dan harus dijalankan oleh perusahaan berpengalaman,” tegas Rahmatika.(wh)