Setiap Jam, 83 Orang Terinfeksi Tuberculosis

Setiap Jam, 83 Orang Terinfeksi Tuberculosis

Waspadai penyakit menular tuberculosis (TB). Penyebarannya cukup tinggi di Indonesia, dalam setahun terdapat 730.000 kasus baru atau setiap jam ada 83 orang penderita TB.

Saat ini, Indonesia merupakan negara keempat terbanyak kasus TB di dunia, walaupun jumlah kasus turun secara signifikan pada 1990-2012, baik melalui pendeteksian dini maupun pengobatan.

“Untuk itu upaya edukasi mengenai TB harus terus dilakukan, agar prevalensinya makin sedikit,” kata Muhammad Arifin Nawas, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam diskusi “Soho #BetterU:  Hari Tuberkulosis Sedunia” di Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Soho #BetterU adalah program serial edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh perusahaan farmasi Soho Global Health. Tema kali ini adalah dalam rangkaian menyambut Hari Tuberkulosis Sedunia, 24 Maret.

Arifin menuturkan TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh basil tuberculosis, penyakit ini menular melalui udara, ketika pasien batuk, bersin, meludah, atau saat berbicara.

Menurut dia, kuman keluar dari percikan dahaknya dan dapat terhirup oleh orang di sekitarnya. TB tidak menular lewat transfusi darah, air susu ibu, dan alat makan atau tempat minum yang telah dicuci.

“Umumnya TB menyerang paru, tetapi juga dapat menyerang organ lainnya seperti sawar otak, tulang, ginjal, dan lainnya,” ungkapnya.

Arifin menjelaskan ada beberapa gejala umum yang muncul bila seseorang terjangkit TB. Yaitu muncul rasa demam, terkadang menggigil, berkeringat pada malam hari, nafsu makannya menurun, berat badan turun dan tubuh cepat lelah.

Untuk kasus TB paru, lanjutnya, gejalanya sangat khas yaitu batuk berdahak dalam waktu yang lama 2-3 minggu, terasanya nyeri di dada, dan penderita mengalami batuh berdarah. (bns/bh)