Setelah Jakarta, SPBG segera Hadir di Surabaya

Setelah Jakarta, SPBG segera Hadir di Surabaya

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) akan segera meluncurkan Mobile Refueling Unit (MRU) ke Surabaya. MRU akan melengkapi pembangunan dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) sebagai fasilitas pengisian bahan bakar gas transportasi di wilayah Surabaya.

MRU adalah SPBG berjalan yang bisa bergerak kemanapun ketika dibutuhkan. “Kita siapkan satu unit MRU dan dua SPBG yang segera dibangun di Surabaya. Sementara di Jakarta, sudah ada dua unit MRU yang salah satunya kami tempatkan di Monas,” General Manager PGN SBU Wilayah Distribusi II Wahyudi Anas.

Dia menyebut langkah ini merupakan komitmen PGN mendorong program konversi BBM ke BBG oleh pemerintah. Wahyudi menambahkan, berhasilnya program konversi BBM ke gas harus ditunjang adanya infrastruktur pendukung SPBG dan kesiapan pasar dan pasokan. Karena tanpa ketiganya, program tersebut tidak akan jalan.

Hal ini terbukti ketika pada beberapa tahun lalu. Dimana pemerintah telah membagikan alat converterkid di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Karena fasilitas pendukung, yaitu stasiun pengisian gas masih belum ada, program tersebut tidak berjalan, bahkan alat yang dibagikan banyak yang dijual.

“Ini merupakan solusi jangka pendek untuk membuka pasar. Besarnya potensi pasar harus didorong melalui penyediaan MRU agar mereka tidak kesulitan ketika akan melakukan pengisian BBG,” urainya. Saat ini, jumlah kendaraan di Indonesia sangat besar. Untuk speda motor saja mencapai 55,313 juta unit motor, mobil pribadi mencapai 11,338 juta unit, truk 5,867 unit dan bus mencapai 3,215 unit.

Untuk angkutan kota atau angkot dan taksi mencapai 208.778 unit. Sementara jumlah kendaraan yang sudah terkonversi mencapai 2.550 unit. Padahal cadangan gas di Indonesia cukup besara, yang mencapai 2.659 miliar.

“Penggunaan gas untuk kendaraan sangat kecil di Indonesia. Padahal Indonesia adalah negara dengan cadangan gas terbesar di Asia,” tegasnya. Dia mencontohkan Pakistan, jumlah cadangan gas mencapai 792 juta meter kubik. Sementara jumlah kendaraan yang menggunakan BBG mencapai 2,3 juta unit. 

Saat ini, baik pembangunan SPBG maupun penempatan MRU masih dalam proses ijin, sehingga kejelasan tempat masih belum bisa diungkapkan. Sementara investasi untuk pembangunan MRU mencapai Rp9 miliar per unit. “Kami masih melakukan negosiasi dengan semua pihak yang terkait. Harapan kami bisa mendapatkan lokasi yang strategis,” ungkap Distribusi Gas Transportasi PT Gagas, Andre Lubis.