Setahun, Kekayaan Bos Gudang Garam Bertambah Rp 33 T

Setahun, Kekayaan Bos Gudang Garam Bertambah Rp 33 T

Majalah Forbes telah merilis daftar terbaru 50 orang terkaya di Indonesia yang mengantongi harga kekayaan USD 102 miliar atau setara 1.256 triliun (kurs: Rp 12.315 per USD)

Daftar 50 orang terkaya ini dihimpun berdasarkan infromasi keuangan dan kepemilikan saham yang diperoleh dari bursa saham, analis, individu dan keluarga serta berbagai sumber lainnya

Dikutip dari Forbes, Kamis (12/4/2014), nama Presiden Direktur dan pemilik PT Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo kembali masuk dalam jajaran orang terkaya di Tanah Air. Dengan total kekayaan US$ 8 miliar atau sekitar Rp 98,5 triliun, Susilo menempati posisi kedua atau naik dari tahun lalu di peringkat keempat.

Dalam setahun terakhir, Susilo sanggup menambah kekayaan US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp 33 triliun. Padahal pada 2011, keuntungan yang dikantongi Susilo Wonowidjojo, semakin berkurang karena produksi cengkeh yang menurun tiap tahun.

Saat itu, petani Indonesia yang rata-rata memproduksi 80 juta ton cengkeh hanya mampu memanen setengahnya. Hal yang sama juga terjadi di tahun berikutnya.

Dengan langkanya cengkeh, biaya produksi Gudang Garam saat itu naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram atau hampir empat kali harga biasa. Pengemasan yang semrawut pada tahun lalu juga memperparah kondisi keuangan industri ini. Investor panik, saham Gudang Garam turun.

Dengan penurunan sahan tersebut, Wonowidjojo mengalami penurunan terbesar dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Ia kehilangan lebih dari USD 2 miliar. Kekayaan bersihnya saat itu mencapai USD 5,3 miliar pada 2013 dan berada di posisi keempat orang terkaya di Indonesia.

Namun, tak menunggu lama. Saat harga cengkeh kembali turun, saham Gudang Garam pun kembali naik cukup signifikan, yaitu sekitar 60 persen. Hal ini membuat investor Gudang Garam kembali melihat prospek yang cerah pada industri ini.

Tak hanya Susilo yang mengeruk uang dari jualan rokok. Orang terkaya di Indonesia lainnya yang bergerak di industri rokok yaitu Kakak beradik pemilik Grup Djarum R. Budi & Michael Hartono. Keduanya masih berada di posisi puncak orang terkaya di RI dengan total kekayaan US$ 16,5 miliar atau setara Rp 203,19 triliun. (lp6/wh)