Serunya Kompetisi Benteng-bentengan di Lapangan Thor

Serunya Kompetisi Benteng-bentengan di Lapangan Thor

Pertandingan benteng-bentengan di Lapangan Thor, Senin (9/5/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Tidak ingin anak-anak usia sekolah di Kota Pahlawan tenggelam dengan keasyikan main gadget, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya menggelar kompetisi benteng-bentengan di Lapangan Thor, Jalan Padmosusastro.

Permainan tradisional tersebut diikuti dua ribu siswa dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Surabaya hingga 12 Mei mendatang.

Kadispora Surabaya Muhamad Afghani Wardhana mengatakan, pihaknya ingin agar anak-anak kembali menyukai permainan tradisional. “Permainan zaman sekarang yang lebih mengedepankan game online tidak mendukung gerakan anak. Lebih bagus permainan tradisional seperti ini karena seperti olahraga, tubuh bergerak terus,” katanya, Senin (9/5/2016).

Ia lalu menjelaskan, permainan ini dalam satu pertandingan dilakukan dua kelompok yang saling berhadapan. Dalam satu kelompok ini terdiri dari 10 orang dengan 8 pemain inti dan dua pemain cadangan.

Dalam permainan benteng-bentengan, tiap pemain harus menjaga benteng yang terbuat dari tiang dan bendera. Dan setiap kelompok jika berhasil menangkap anggota kelompok lain dan salah satu anggota masuk memegang benteng terakhir bisa jadi penguasa dan menjadi pemenangnya.

“Kami ingin menyemangati anak -anak agar tidak terbelungu oleh teknologi modern. Olahraga tradisional gak kalah keren dan banyak manfaat,” ujar dia.

Nantinya, pihak Dispora juga akan menggelar pertandingan tradisional lainnya seperti gobak sodor dan enggrang. Menurut Afghani, kesemuanya ini digunakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-723. (wh)