Seribu Polisi Disebar Amankan Mudik dan Arus Balik Jatim

 

Seribu Polisi Disebar Amankan Mudik dan Arus Balik Jatim

Sebanyak 1.000 personel disiapakan untuk pengamanan arus mudik dan balik oleh Polda Jatim. Pasukan tersebut terdiri dari 500 personel Brigade Mobile (Brimob) dan 500 personel Sabhara yang akan disiagakan dalam operasi Ketupat 2014 ini.

Untuk tugas operasinya, anggota Brimob ditempatkan di jalur rawan kriminal seperti Saradan Madiun dan Gunung Kumintir Banyuwangi. Mereka bertugas memberikan aman kepada masyarakat di daerah. Sedangkan untuk anggota Sabhara disebar ke tempat perumahan dan perkampungan serta perkantoran untuk menjaga keamanan selama 24 jam selama libur Lebaran.

Direktur lalu lintas (dirlantas) Polda Jatim Komisaris Besar Pol Verdianto Iskandar mengatakan, penempatan pasukan tersebut diperlukan untuk menyokong Operasi Ketupat.

“Operasi ketupat tidak hanya melibatkan anggota lantas saja tetapi dari berbagai unsur di kepolisian dan dibantu petugas terkait dari daerah,” katanya dalam acara Perspective Dialoge bersama Kresnayana Yahya bertajuk “Persiapan Keamanan Lalu Lintas dan Keamanan Masyarakat Berlebaran” di Radio Suara Surabaya, Jumat (18/7/2014).

Sedangkan untuk pemudik yang menggunakan roda empat maupun roda dua yang menggunakan jalur darat dalam aktivitas mudiknya. Ia memberikan saran agar sebelum bepergian untuk selalu mengingat tri siap, yaitu siap mengemudi, siap kendaraan apakah laik jalan atau tidak, dan siapkan suratnya.

“Dan jangan lupa para pengendara agar memerhatikan rambu. Untuk tahun ini diharapkan lebih bagus lagi dalam pelaksanaan mudik dan balik,” ujar Verdianto.

Untuk jalur alternatif diharapkan bukan lagi menjadi cadangan terus tetapi untuk melengkapi jalur utama. Kondisi infrastruktur harus bagus dan harus ada lampu penerangan jalannya. Pihak Lantas sendiri juga melarang sejak H-4 lebaran tidak boleh beroperasi truk kecuali sembako, bbm dan pakan ternak.

“Perilaku pengguna jalan agar diperhatikan itu yang utama menghindarkan laka lantas,” pungkasnya.

Sementara itu, Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan dalam persiapan untuk mudik diharapkan masyarakat agar memperhatikan dan menyiapkan segalanya. Mulai dari perlengkapan dan fisik untuk menempuh jarak pulang ke kampung halamannya masing-masing.

“Salah satu support yang penting adalah uang kecil. Di pasaran sekarang sulit ditemukan karena banyak masyarakat yang menyimpan untuk Lebaran,” kata Krisna.

Dengan adanya uang kecil bisa untuk memberikan kepada pengatur lalu lintas cepekan di daerah yang biasanya muncul saat terjadi kemacetan dan juga untuk membayar tambal ban atau lainnya. Ia juga menyarankan agar pemudik melengkapi diri dengan peta daerah agar dapat menemukan jalur alternatif bila macet atau jika tersesat dapat langsung keluar dari daerah yang asing.

Kresnayana sendiri juga menyorot banyaknya anak muda yang belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) namun sudah mengemudi mobil atau mengendarai motor. Dalam arus mudik dan balik banyak ditemukan orang tua yang mengijinkan anak untuk menggantikannya mengemudi ketika capek.

“Contoh kasus terbebasnya anak seorang artis yang diperbolehkan keluarganya untuk memakai mobil,” pungkasnya. (wh)