Serbuan Mobil Murah Tak Goyahkan Pasar Mobil Bekas

Serbuan Mobil Murah Tak Goyahkan Pasar Mobil Bekas

Geliat mobil bekas di Surabaya diperkirakan masih stabil kendati ada serbuan mobil murah. Bahkan, untuk mobil bekas diatas Rp 100 juta akan banyak diminati pasar.

“Sepanjang tahun 2013 lalu permintaan itu masih tinggi,” ujar Handoyo, Asosiasi Pedagang Mobil Bekas Surabaya (APMBS), Kamis (9/1/2014).

Kata dia, stabilitas itu bisa dilihat dari melemahnya nilai tukar rupiah pada semester kedua 2013. Juga serbuan mobil murah pada paro tahun lalu.

Handoyo menyebut, tahun ini perdagangan mobil bekas masih di kisaran 30-40 unit per bulan. Pihaknya belum bisa memprediksi seperti apa tahun ini, karena masih awal tahun. “Kemungkinan masih stabil seperti tahun lalu,” tukas dia.

Tahun lalu, Handoyo yang memiliki dealer Grace Setia Motor itu, mampu menjual rata-rata 35 unit per bulannya. Dalam sebulan transaksi mencapai Rp 4-5 miliar. “Dalam satu tahun total transaksi yang dibukukan mampu mencapai Rp 48-60 miliar,” paparnya.

Lantas, pasar mana tertinggi? Handoyo menyebut cukup banyak, salah satunya Sidoarjo. Dalam sebulan tahun lalu dia mampu membukukan penjualan antara 25-30 unit.

“Untuk daerah memang masih tinggi, karena secara tidak langsung tidak berdampak dollar,” papar dia.

Dia menambahkan, mobil bekas paling banyak diminati pasar seperti Mitsubishi Pajero, Toyoya Fortuner, dan Toyota Alphard. Sementara untuk kelas sedan masih belum diminati pasar. Mayoritas pasar terlebih dahulu melihat kondisi kendaraan dan kualitas.

Hal senada disampaikan Budi Hartono, anggota APMBS. Kata dia, menurunnya nilai tukar rupiah juga berdampak pada mobil bekas. Terutama untuk mobil-mobil yang dibeli tahun lalu dan dijual pada tahun ini.

“Meski diperkirakan masih stabil, saya berharap penjualan mobil bekas bisa lebih baik,” tandas Budi.(wh)