Serangan Udara Irak Hantam Kilang Minyak ISIS

Serangan Udara Irak Hantam Kilang Minyak ISIS
Tiga kilang kecil milik Islamic State of Iraq and Syria ISIS di Raqqa, Suriah. foto:reuters

Serangan udara pimpinan AS yang menghantam tiga kilang minyak darurat di Provinsi Raqqa, Suriah.  Serangan ini merupakan bagian dari serangan untuk memperlemah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), kata kelompok pemantau di London.

Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang bermarkas di London mengatakan, serangan yang terjadi pada Minggu (28/9/2014) tengah malam waktu Suriah itu juga menghantam sebuah pabrik plastik.

Militan ISIS yang mengontrol kilang minyak darurat di Suriah timur untuk disaring menjadi bahan bakar yang menjadi salah satu sumber penghasilan kelompok pengganas ini. “Serangan terhadap kilang ini bukanlah sasaran sebenarnya dan serangan-serangan tersebut tidak otomatis melemahkan ISIS, karena tiga kilang tersebut tidak memiliki nilai finansial yang berarti bagi ISIS,” kata Abdelrahman dari SOHR kepada Reuters, Minggu (28/9/2014).

“Tiga kilang darurat itu terdiri dari truk dengan peralatan untuk menghasikan solar dan bensin yang dijual kepada warga sipil,” tutur Abdelrahman.

Amerika Serikat telah melancarkan serangan udara di Irak sejak 8 Agustus. Sedangkan serangan di Suriah dengan dukungan para sekutu Arab dilakukan sejak Selasa pekan lalu yang bertujuan memperlemagh dan menghancurkan ISIS yang telah menguasai wilayah sangat luas di Irak dan Suriah.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott dan para menteri senior diharapkan membahas pengerahan pasukan Australia di Irak dan Suriah pada awal pekan ini, tulis ABC Australia, Senin pagi (29/9/2014)

Dak serangan terhadap kemampuan ISIS masih belum jelas, bahkan ISIS mendapat simpati dari kelompok-kelompok berkedok Islam, termasuk dari kelompok saingannya: Front Al-Nusra yang terafiliasi dengan jaringan teror al Qaeda.

Juru bicara Pentangon Laksamana Pertama John Kirby mengatakan, militer AS tak punya laporan yang kredibel mengenai warga sipil yang tewas akibat serangkaian serangan udara.

Human Rights Watch, LSM yang berbasis di New York, menyerukan, warga sipil Suriah yang tewas dalam serangan udara pimpinan AS harus diselidiki, karena kemungkinan terjadi pelanggaran hukum perang. (inl/ram)