September, Upah Buruh Naik 0,24 Persen

September, Upah Buruh Naik 0,24 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan upah harian buruh tani mengalami kenaikan 0,24 persen dari Rp 48.120 per hari pada Agustus menjadi Rp 48.235 per hari pada September 2016. Kenaikan upah nominal buruh tani tersebut juga diikuti oleh kenaikan upah buruh bangunan konstruksi, pemotong rambut wanita, dan pembantu rumah tangga.

Dijelaskan, upah buruh bangunan naik 0,16 persen dari Rp 82.348 per hari menjadi Rp 82.480 per hari. Upah riil buruh potong rambut wanita naik 0,03 persen dari Rp 19.804 menjadi Rp 19.089 per kepala, sedangkan upah pembantu rumah tangga naik 0,14 persen dari Rp 362.402 menjadi Rp 362.910. Kenaikan ini seiring tingkat inflasi yang rendah di kisaran 3,07 persen secara tahunan.

Kepala BPS Suhariyanto menuturkan, meski secara nominal naik, tapi secara riil (dikurangi inflasi) upah buruh masih cenderung stagnan. “Jadi, nilai riil ini naik karena inflasi di pedesaan masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional. Secara umum upah akan dipengaruhi inflasi, kalau gaji kita naik tapi inflasinya tidak terkendali maka akan tergerus. Ini inflasi terhadap barang yang diproduksi, bukan konsumsi. Jadi saya bilang ini stagnan. Kenaikan upah (nominal) itu tidak bisa mengcover inflasi,” kata dia, di Jakarta, Senin (17/10/2016). (idn)