September, Impor Jatim Naik 3,62 Persen

September, Impor Jatim Naik 3,62 Persen

September 2014 impor Jawa Timur mencapai 2,194 miliar dollar AS atau naik 3,62 persen dibanding impor Agustus 2014 yang hanya 2,117 miliar dollar AS. Impor Jawa Timur selama ini masih didominasi oleh bahan baku untuk kepentingan industri.

Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, M Sairi Hasbullah, di kantornya Kendangsari Industri, Surabaya, Jumat (28/11) menyatakan, Secara kumulatif, nilai impor Januari – September 2014 mencapai 19,006 miliar dollar AS atau naik 4,22 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 hanya 18,237 miliar dollar AS

Impor migas Jawa Timur pada September 2014 mencapai 607,97 juta dollar AS atau naik 14,46 persen dibanding impor migas Agustus 2014 yang hanya 531,14 juta dollar AS. Sedangkan selama Januari – September 2014 impor migas mencapai 5,473 miliar dollar AS atau mengalami kenaikan sebesar 18,63 persen dibanding impor migas periode yang sama 2013 hanya 4,614 miliar dollar AS.

Impor non migas Jawa Timur pada September 2014 hanya 1,586 miliar dollar AS atau turun 0,01 persen dibanding impor non migas Agustus 2014 mencapai 1,586 miliar dollar AS. Sedangkan selama Januari – September 2014 impor non migas Jawa Timur mencapai 13,533 milir dollar AS atau turun 0,66 persen dibanding periode yang sama 2013 mencapai 13,623 miliar dollar AS.

Selama September 2014 impor non migas Jawa Timur didominasi oleh Mesin/Alat Mekanik dengan nilai 176,28 juta dollar AS. Diikuti plastik dan barang dari plastik sebesar 117,38 juta dollar AS, sedangkan besi dan baja 112,67 juta dollar AS, Bungkil Industri Makanan 111,89 juta dollar AS, serta gandum-ganduman 85,46 juta dollar AS.

Komoditi utama dari kelompok barang mesin-mesin/alat mekanik adalah mesin pencuci piring untuk rumah tangga 14,09 juta dollar AS atau naik 775,46 persen dibanding sebelumnya. Sedangkan di kelompok plastik dan barang dari plastik komoditi utamanya adalah polypropylene dalam bentuk butiran senilai 31,82 juta dollar AS, naik 48,34 persen dari bulan sebelumnya. Kemudian kelompok besi dan baja komoditi utamanya adalah besi datar yang digulung dengan lebar>600mm dan ketebalan >3mm senilai 17,48 juta dollar AS atau naik 108,53 persen dibandingkan dengan Agustus 2014.

Selama September 2014, jika dilihat menurut negara asal impor barang, Cina merupakan negara pemasok barang impor non migas Jawa Timur terbesar dengan nilai 408,32 juta dollar AS, diikuti Amerika Serikat 105,40 juta dollar AS, Jepang 98,37 juta dollar AS. Kontribusi ketiganya mencapai 38,33 persen. Sementara untuk negara ASEAN asal barang impor terbesar adalah Thailand dengan nilai impor mencapai 98,18 juta dollar AS, diikuti Singapura dengan nilai 56,54 juta dollar AS dan Malaysia dengan nilai impor 47,82 juta dollar AS. (wh)