September 2016, Akses Jalan Tembus Bandara Juanda Ditarget Rampung

September 2016, Akses Jalan Tembus Bandara Juanda Ditarget Rampung

Liza Anindya Rahmadiani, Communication & Legal Section Head PT. Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Juanda, Didik Catur Prasetya (Divisi Human Capital & General Affair Manager PT Angkasa Pura I) dalam acara Persperctive Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (17/6/2016), foto: arya wiraraja/enciety.co

Untuk meningkatkan pelayanan, PT Angkasa Pura I (Persero) memperhatikan public service di lingkungan Bandara Juanda.

Hal itu ditegaskan Didik Catur Prasetya, Divisi Human Capital & General Affair Manager PT Angkasa Pura I (Persero). Ia mengatakan, pihaknya berencana membangun berbagai fasilitas tambahan untuk memanjakan penumpang dan pengunjung bandara. Di antaranya  membangun kanopi di area parkir bandara bagi para pengunjung di Terminal 2.

“Itu kami lakukan karena selama ini para pelanggan banyak yang mengeluhkan tentang kenyamanan di area parkiran,” ungkapnya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (17/6/2016).

Selain itu, kata dia, pada September 2016 mendatang, Bandara Juanda bakal merampungkan pembangunan akses jalan tembus antara Terminal 1 dan Terminal 2.

“Untuk mempermudah para penumpang Bandara Juanda, jalan tersebut bakal digunakan sebagai jalan umum. Namun, jalan itu dirancang untuk satu jalur saja,” terang dia.

Dalam kesempatan sama, Liza Anindya Rahmadiani, Communication & Legal Section Head PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Juanda mengimbuhkan, jika pengembangan Terminal 3 saat ini sudah masuk dalam tahapan perizinan.

“Kami telah berkoordinasi dengan TNI AL, Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jatim, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Hasilnya sangat positif, mereka mendukung pembangunan di kawasan bandara,” beber dia.

Sementara itu, Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult mengimbuhkan, jika jalan itu nantinya menjadi melting point atau titik temu antara akses yang menuju bandara dengan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) Kota Surabaya yang nantinya bakal tembus hingga ke Jalan Soekarno atau di kawasan MERR (Middle East Ring Road) Surabaya.

“Selain dapat mengurai kepadatan lalu lintas tengah kota, kawasan tersebut bakal menjadi kawasan bisnis baru bagi Kota Surabaya. Namun, sebelumnya kita harus mempersiapkan kawasan tersebut,” ujar pakar statistika ITS Surabaya itu.

Kresnayana juga menegaskan, ke depan pembenahan yang harus dilakukan pihak bandara adalah bagaimana caranya membuat cek in poin bagi tiket para penumpang bandara.

Untuk memudahkan para penumpang yang akan melewati Bandara Juanda, terobosan ini sangat diperlukan. Karena langkah semacam ini sebenarnya telah dilakukan oleh beberapa bandara Internasional yang ada negara-negara maju.

“Jika konsep tersebut dapat dilakukan oleh Bandara Juanda, maka kita dapat mengurangi kepadatan yang ada di salah satu bandara terpadat di Indonesia itu,” pungkas Kresnayana. (wh)