Sepi, Pedagang Pasar Simo Gunung Berjualan di Bahu Jalan

Sepi, Pedagang Pasar Simo Gunung Berjualan di Bahu Jalan
Para pedagang Pasar Simo Gunung pergunakan jalan sebagai jualan.

Pasar Simo Gunung belum difungsikan dengan baik. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pedagang yang berjualan tidak di dalam Pasar Simo Gunung, namun lebih memilih bahu jalan Simo sebagai tempat berjualan.

Sejak pukul 14.00 WIB, para pedagang di kawasan ini mulai menggelar lapak dagangan mereka. Biasanya di tempat ini, para penjual akan bertambah lebih banyak pada waktu malam hingga dini hari. Alhasil, jalan Raya Simo akan timbul kemacetan akibat penuhnya jalan dengan penjual dan pembeli.

“Kalau melewati Pasar Simo Gunung para pengendara harus memelankan kendaraannya. Takutnya akan menyenggol atau menabrak para pembeli akibat pedagang yang tidak mau masuk ke pasar yang telah disediakan,” kata Indra salah satu pengendara kepada enciety.co, Kamis (12/3/2015).

Dari pengamatan, tidak hanya pedagang saja yang memakai bahu jalan di tempat ini. Namun juga truk dan mobil boks yang menurunkan muatan karena banyak juga toko kelontong yang berada di tempat tersebut.

Anto, salah satu pedagang ayam, mengaku bahwa dirinya mempunyai stan di dalam Pasar Simo Gunung. Namun dirinya lebih suka berada di bahu jalan untuk menjajakan barang dagangannya dengan alasan para pembeli enggan masuk ke dalam.

“Daripada sepi lebih baik jualan diluar untuk dekati pembeli. Kalau didalam sepi karena pembeli daripada parkir motor biasanya langsung beli langsung di lapak saya,” tutur Anto yang berjualan di bahu jalan.

Menurut lelaki bertubuh tinggi besar ini, lapaknya yang berada di dalam pasar Simo Gunung dipakai sebagai tempat gudangnya untuk menaruh stok barangnya. Disana keluarganya yang lain bertugas menjaganya.

“Disini juga jarang diobrak. Kami makainya di bahu jalan bukan dipinggir. Jadi kendaraan lain bisa lewat,” ujar dia. (wh)