Seperti Indonesia, Spanyol juga Terancam Hentikan Kompetisi

Ronaldo Pemain Terbaik La Liga 2013/2014
Cristiano Ronaldo/gettyimages

Kelanjutan  Kompetisi  Liga Spanyol dipertaruhkan.  Bahkan terancam dihentikan. Ini menyusul pertikaian antara Federasi Sepak bola Spanyol (RFEF)  dengan Pemerintah.  Pertikaian ini terkait dengan siar TV.  Jika tak ada jalan keluar, RFEF akan menghentikan kompetisi pada 16 Mei atau La Liga masih menyisakan dua laga.

RFEF mengambil tindakan ini setelah pemerintah Spanyol pekan lalu menyetujui undang-undang baru tentang penjualan hak siar La Liga secara kolektif. Undang-undang baru ini  bertujuan untuk menciptakan distribusi uang hak siar TV yang lebih seimbang bagi seluruh klub La Liga.

Pada undang-undang yang lama, Barcelona dan Real Madrid meraih pendapatan tiga kali lebih banyak ketimbang klub lain di La Liga. Pasalnya klub dapat menegosiasikan penjualan hak siar mereka sendiri.

Undang-undang baru ini membuat RFEF hanya akan menerima 4,55 persen dari seluruhpendapatan,  jumlah yang dianggap tidak memadai.

Peraturan baru ini ditentang RFEF dan didukung Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE). Karena negosiasi selama tiga bulan terakhir menemui jalan buntu, RFEF pun akan mengadakan pemogokan mulai 16 Mei hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Keputusan RFEF melakukan pemogokan membuat dua pekan terakhir La Liga dimana Barcelona dan Real Madrid tengah bersaing ketat untuk menjadi juara Liga Spanyol akan tertunda. Bila pemogokan tak segera dihentikan final Copa del Rey antara Barcelona melawan Atletico Madrid pada 30 Mei juga terancam.

Andai aksi mogok ini bernar-benar terjadi maka akan ada lebih dari 600.000 pemain dan 30.000 pertandingan di seluruh Spanyol yang akan terpengaruh pemogokan. (lp6)