Sepekan Ramadan, Pelaku Jasa Tukar Uang Baru Mulai Marak

Sepekan Ramadan, Pelaku Jasa Tukar Uang Baru Mulai Marak

Teks foto: Jasa penukaran uang baru yang mulai marak di Surabaya, Jumat (2/5/2017). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Jasa penukaran uang baru di kota Surabaya mulai marak sepekan di awal puasa Ramadan. Itu yang terlihat di jalur-jalur yang padat kendaraan. Seperti di kawasan Bubutan, Tugu Pahlawan dan Mayjend Sungkono, sejumlah orang yang menawarkan jasa penukaran uang baru.

Wito, salah satu pelaku jasa penukaran uang baru, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya setiap tahunnya sudah terbiasa melakukan aktivitas ini. Untuk mendapatkan uang baru itu sendiri, dirinya sudah diberikan langsung oleh salah orang yang berada di Kenjeran, Surabaya.

“Kami hanya menunggu orang untuk menukar saja. Untuk uang barunya sudah ada yang memberikan atau mengirim langsung ke mari,” kata Wito saat ditemui di Tugu Pahlawan, Jumat (2/5/2017).

Untuk jasanya sendiri, Wito mengakui jika dirinya menyamakan dengan yang lainnya. Yaitu setiap penukaran uang Rp 100 ribu dari masyarakat, Ia mendapatkan bagian 10 persen atau Rp 10 ribu. Sedangkan untuk penukaran uang Rp 500 ribu, ia mendapatkan Rp 525 ribu.

“Biasanya masyarakat yang tidak mau antre di bank menukar uang di sini. Cepat dan tinggal kesepakatan harga, untuk uangnya sendiri dijamin asli,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Wito mengakui jika hingga seminggu puasa kali ini belum ramai masyarakat untuk menukarkan uangnya di dirinya meskipun biasanya para karyawan telah menerima bayaran di awal bulan.

Ia meyakini puncak masyarakat menukarkan uang usai Tunjangan Hari Raya (THR) cair atau seminggu sebelum Lebaran tiba. “Nanti pasti akan ramai, apalagi sudah mendekati Lebaran,” tukas Wito. (wh)