Sepanjang 2015, Penjualan SMI Tumbuh 0,7 Persen

Sepanjang 2015, Penjualan SMI Tumbuh 0,7 Persen
foto: tempo.co

PT Semen Indonesia Tbk (SMI) mencatat pertumbuhan penjualan di tahun 2015. Pada tahun lalu, penjualan  SMI mencapai sebesar 28,7 juta ton atau naik tipis 0,7 persen dibandingkan tahun 2014 yang hanya 28,5 juta ton. Corporate Secretary  SMI Agung Wiharto mengatakan, tipisnya kenaikan penjualan perusahaan lantaran kondisi ekonomi nasional belum stabil akibat faktor global. Selain itu, proyek infrastruktur baru mulai berjalan pada bulan September tahun lalu. “Pertumbuhan kami minus pada tujuh bulan pertama tahun lalu,” kata Agung.

Dengan mulai berjalannya proyek infrastrutur di tahun ini, Agung berharap, bisnis perusahaannya ikut membaik. Tahun ini  SMI menargetkan bisa menggaet pertumbuhan penjualan sekitar 4-5 persen. Beberapa proyek yang dibidik  SMI di tahun ini, antara lain, proyek jalan tol, bendungan, dan properti.

Untuk tahun 2016,  Semen Indonesia akan  fokus menggarap pasar domestik. Sebab, pasar domestik lebih menjanjikan dibandingkan mancanegara. “Tahun 2016 kita akan fokus ke pasar domestik, tetapi tidak mengabaikan pasar ekspor,” kata Direktur Utama SMI Ir Suparni.”Tahun 2016 ini merupakan tahun harapan baru bagi bisnis semen. Karena saat akhir 2015 lalu proyek pembangunan dan infrastruktur sudah mulai berjalan. Dan proyek-proyek itu sifatnya multiyears, jelas kebutuhan semen akan meningkat tahun ini hingga tahun 2017 mendatang,” tambahnya.

Kondisi ini pula yang membuat  dirut SMI optimistis penjualan Semen Indonesia akan naik lima hingga enam persen di tahun 2016. Tahun 2015 lalu, pihaknya memang sempat menggenjot penjualan ekspor semen ke berbagai negara ASEAN bahkan hingga ke Bangladesh. Total ekspor 2015 mencapai 500.000 ton. “Ekspor itu harus kami lakukan saat daya beli di domestik merosot tajam. Dan itu kami rasakan sejak Februari 2015,” bebernya.

Dibeberkan, penjualan Semen Indonesia sepanjang Januari-November 2015 mencapai 23,99 juta ton atau turun 0,3 persen dibandingkan dengan 24,06 juta ton pada periode yang sama 2014. Penurunan penjualan itu merupakan kelanjutan sejak semester I/2015. “Penjualan perusahaan mencapai 2,64 juta ton pada November 2015 atau turun 3,8 persen dibandingkan dengan 2,75 juta ton pada Oktober 2015. Pada Oktober 2015, peningkatan penjualan mencapai 10,3 persen dibandingkan dengan penjualan pada September 2015,” bebernya.

Untuk pasar ekspor, dari 500.000 ton total ekspor, kemungkinan akan bertambah cukup besar, jika dua pabrik milik  SMI berdiri. Prediksi, penambahan 1 juta hingga 1,5 juta ton. Jumlah ini bisa melebarkan sayap usaha semen di mancanegara.

Amat Pria Darma, Direktur Pemasaran Semen Indonesia. Amat mengatakan, pihaknya tidak akan membidik pasar ekspor lebih intensif lagi, karena harus memenuhi permintaan dalam negeri terlebih dulu. Tetapi pasar ekspor yang sudah ada tetap akan dijaga walaupun tanpa progress. “Saat ini market share kami di nasional sekitar 44 persen dan di pasar ekspor hingga 17 persen. Tentu kami tak akan meninggalkan pasar ekspor yang sudah ada. Hanya saja nanti kami akan melakukan switch semen untuk memenuhi kebutuhan ekspor kami. Misalnya, Semen Tonasa tetap akan memenuhi ekspor ke Timor Leste. Sedangkan untuk kebutuhan domestik akan dipenuhi dari impor anak perusahaan kami yakni Semen Thanglong di Vietnam,” ungkapnya.

Ekspor selama ini telah dilakukan di beberapa negara seperti Sri Lanka, Vietnam, Singapura, Filipina, dan Timor Leste. Negara-negara tujuan akan bertambah, tetapi semen akan melihat kebutuhan domestik terlebih dulu. (*/znl)