Sentuhan Seni untuk Lunch Bag

Sentuhan Seni untuk Lunch Bag

Pelatihan tas dan dompet Pejuang Muda Surabaya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Puluhan orang tergabung dalam pelatihan Pejuang Muda Surabaya kembali membuat lunch bag. atau tas bekal. Ini menjadi bagian para siswa yang kembali aktif bersekolah.

Menurut Yayuk Surat, mentor pelatihan tas dan dompet, orang tua sekarang lebih suka membawakan anak-anaknya bekal dari rumah ketimbang memberikan uang jajan lebih.

“Selain kualitas makanannya terjamin, orang tua bisa memilih menu yang dimakan sang anak. Ini yang membuat produk lunch bag jadi laris,” cetusnya Yayuk, di sla pelatuha yang diselenggarakan di Kaza City Mall, Sabtu (13/7/2019).

Yayuk menjelaskan, ada beberapa varian model lunch bag. Ada yang dilengkapi resleting, juga ada model velcro atau perekat kain. Ada bentuknya yang bulat, ada juga yang bentuknya kotak.

“Untuk model dan ukuran bergantung kebutuhan. Namun yang terpenting kualitas jahitannya. Kalau modelnya bagus tapi jahitannya jelek, produk itu harganya jelas turun,” ujar Yayuk.

Dijelaskan Yayuk, bahan yang digunakan membuat produk tersebut terbagi menjadi dua. Pertama, bahan outer-nya digunakan kain kanvas dan inner-nya dari alumunium foil.

Untuk membuat lunch bag, terang Yayuk, hars dimulai dari desain dulu, lalu potong bahan. “Setelah itu baru menjahitnya,” kata perempuan berjilbab tersebut.

Agar produk tersebut naik kelas, Yayuk menyarankan perlu penambahan sentuhan seni pada bahan outer-nya. Yakni dengan menambahkan hiasan sulam.

“Supaya produk kita lain dari yang lain, kita beri sentuhan craft, yaitu seni sulam,” katanya. (wh)