Sentiman Pasar Akibat Pilpres Bakal Berlanjut

 

Sentiman Pasar Akibat Pilpres Bakal Berlanjut

Sentiman pasar akibat konstelasi pemilihan presiden (Pilpres) 2014 yang berdampak pada koreksi terhadap indeks harga saham, diperkirakan bakal berlanjut.

Doni Arsal, Head of Investment Banking Mandiri Sekuritas, mengatakan isu yang berkembang seputar calon presiden dan partai-partai pendukungnya dalam Pilpres 2014 membuat pasar saham masih rawan gejolak.

“Kemarin, ketika Jokowi deklarasi menggandeng Jusuf Kalla sebagai cawapres, pasar sempat menanggapi positif hingga indeks naik mencapai 5.100. Namun ketika Golkar menyatakan dukungan ke pasangan Prabowo-Hatta, indeks terkoreksi hingga 4.800, artinya ada sentimen pasar yang kuat mempengaruhi indeks,” ujarnya pada acara Temu Emiten bertema “Menyambut Babak Baru Indonesia” di Garden Palace Hotel, Rabu (21/5/2014).

Ia menambahkan, meski pasar masih akan bergolak menanggapi isu politik yang berkembang, namun secara fundamental, ekonomi Indonesia masih akan kuat. Hingga kini, pasar menurutnya hanya sedang mencari keseimbangan baru.

“Koreksi terhadap IHSG sementara ini hanya karena investor asing yang menarik dananya, mereka  tidak mau mengambil resiko dengan melakukan cut loss ketika ada faktor yang dianggap negatif. Tapi dengan masih stabilnya dollar dan inflasi kami prediksi koreksi terhadap IHSG ini tidak akan lama, seusai Pilpres indeks dipastikan akan kembali stabil,” paparnya.

Siapapun presiden yang terpilih kelak, kata Doni, dipastikan investor asing akan kembali masuk ke pasar saham Indonesia.

Saat ini investor asing masih mendominasi transaksi pasar saham Indonesia. Dari total investor pasar modal Indonesia, investor asing berkontribusi 63,66% terhadap total nilai saham yang diperdagangkan.

“Artinya jika kepercayaan investor asing pulih terhadap pemerintahan baru, maka pasar saham di Indonesia juga akan terus tumbuh,” katanya. (wh)