Semester Pertama, 2.355 Investasi Masuk Surabaya

 

Semester Pertama, 2.355 Investasi Masuk Surabaya
Eko Agus Supiadi, Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKKPM) Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya terus menggenjot jumlah investor yang masuk di Surabaya. Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKKPM) Surabaya Eko Agus Supiadi menegaskan, pihaknya telah mempersiapkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang investasi di Surabaya.

“Hingga semester pertama ini saja, pertumbuhan investasi di Surabaya sudah melampaui target kami, yakni lebih dari 2.355 investasi,” ujarnya saat ditemui enciety.co di kantornya di Jalan Kasuari, Surabaya Selasa (5/8/2014).

Kata dia, jumlah investasi yang ditawarkan tidak main-main. Pada tahun 2013, nilai investasi masuk ke Surabaya mencapai Rp 25,9 triliun dengan total investasi lebih 15 ribu investor. “Ini terus meningkat dibanding pada 2012, yakni sebesar Rp 20,5 triliun,” ungkapnya.

Dari ribuan investor yang masuk di Kota Pahlawan tersebut, menurut Agus, mayoritas lebih dikuasai sektor jasa, perdagangan, dan properti. “Di antaranya perhotelan, rumah makan, apartemen, dan lain sebagainya,” katanya.

Untuk pemerataan dan penyebaran pembangunan pada semua wilayah, diakui Agus, pihaknya sedang berkonsentrasi menggenjot pembangunan di kawasan Surabaya Barat. “Jadi pembangunan nggak di pusat kota terus. Kita sebar lagi,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengaku telah bersinergi dengan dinas terkait dan Pemprov Jatim untuk mempercepat pembuatan jalan di kawasan Surabaya Barat. ”Kalau jalannya bagus, aksesnya mudah, aman, dan nyaman pasti investor tertarik untuk masuk ke kawasan Surabaya Barat,” katanya.

Ia juga menjelaskan, nantinya pembangunan di kawasan Surabaya Barat akan diproyeksikan menjadi kawasan gedung pencakar langit.  “Sementara ini masih terganjal pembatasan ketinggian gedung yang hanya 25 lantai. Nanti kami meminta direvisi agar investor bisa membangun apartemen lebih dari 30 lantai. Jika pembangunan secara vertikal, tidak memakan lahan banyak,” paparnya.

Agus optimistis pada 2014, nilai investasi meningkat lebih dari 50, bahkan 100 persen dibanding tiga tahun terakhir. Dalam catatannya, pada 2011, nilai yang masuk ke Surabaya mencapai Rp 22,4 triliun dari 8.677 investor.

“Dari jumlah tersebut, kami bisa menyerap tenaga kerja dari seluruh daerah di Jawa Timur hingga 200 ribu karyawan,” bebernya.

Ia pun membuktikan Surabaya menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Pasalnya, selain penyerapan tenaga kerja, Surabaya juga menjadi kota transaksi ekonomi dari seluruh daerah di Jawa Timur.

“Tanpa pertumbuhan ekonomi di Surabaya, dipastikan daerah di seluruh Jawa Timur juga tidak akan tumbuh,” pungkas dia. (wh)