Semester I-2015, PP Properti Gaet Laba Bersih Rp 142,9 M

Semester I-2015, PP Properti Gaet Laba Bersih Rp 142,9 M
foto: beritasatu.com

Di tengah perlambatan ekonomi yang berdampak pada merosotnya penjualan properti, PT PP Properti Tbk masih mampu memberikan bagus kepada pemegang sahamnya, Sepanjang enam bulan pertama 2015, anak usaha BUMN PT Pembangunan Perumahan Tbk ini membukukan laba bersih Rp 142,9 miliar.

“Kami bersyukur karena produk yang kami tawarkan sangat diterima oleh pasar, sehingga kami mampu membukukan pertumbuhan laba usaha hingga hampir sepuluh kali lipat pada semester I-2015.” Kata Taufik Hidayat, Direktur Utama PT PP Properti Tbk kepada pers di Jakarta.

Capaian laba bersih itu, merupakan peningkatan 828 persen dibanding perolehan laba bersih perseroan untuk periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 17,25 miliar.

Pendapatan perseroan sampai dengan semester 1 ini tumbuh lima kali lipat atau menjadi Rp 700,84 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2014.

Pertumbuhan ini ditopang oleh ekuitas dan modal kerja yang kuat yang menjadikan PPRO BUMN properti dengan ekuitas dan modal kerja terbesar.

Setelah penawaran publik perdana, PPRO memiliki ekuitas Rp 2 triliun atau 55 persen dari total aset. Modal kerja PPRO tercatat Rp 2 triliun, memberikan kemampuan bagi perseroan untuk berpartisipasi dalam beberapa mega proyek.

Perseroan sedang membangun beberapa mega proyek di Indonesia, seperti Grand Sungkono Lagoon seluas 3,5 ha dan Grand Dharmahusada Lagoo di Surabaya. Kawasan tersebut dibangun dengan konsep mixed used yang memadukan kawasan hunian dan komersial.

Proyek lainnya adalah Pavilion Permata I & II di Surabaya, Payon Amartha di Semarang, Gunung Putri Square seluas 2,1 ha di Bogor, dan apartemen Ayoma di Serpong, serta beberapa proyek lainnya.

Hingga tahun 2015 PP Properti telah meluncurkan beberapa proyek seperti Grand Kamala Lagoon (GKL) di Bekasi seluas 25 ha yang telah dimulai pengerjaan tahap I pada 2014 lalu. Di kawasan tersebut, Perseroan telah memperkenalkan dua tower yakni Emerald Tower dan Barclay Tower.

Taufik berharap dari sejumlah proyek yang dikembangkan, perusahaan yang dipimpinnya bisa menghimpun laba sebesar tiga kali lipat pada akhir 2015, atau setara dengan Rp 320 miliar. (wh)