Semen Indonesia Target Produksi 29,2 Juta Ton

semen indonesia

PT Semen Indonesia Tbk hingga akhir tahun ini menargetkan produksi semen hingga 29,2 juta ton, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Direktur Produksi Johan Samudera mengatakan, realisasi penjualan Semen Indonesia Group sampai April 2015 baru mencapai 7,93 juta ton. “Masih ada waktu delapan bulan ke depan untuk memenuhi target,” terangnya.
Dia mengakui, pada kuartal I-2015, penjualan Semen Indonesia turun hingga 2,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Penurunan merupakan tren awal tahun yang biasa terjadi seiring belum banyaknya proyek. Biasanya siklus konsumsi semen baru akan naik mulai pertengahan tahun hingga akhir tahun. Dengan begitu, perseroan tetap optimistis penjualannya akan mencapai target. “Nanti setelah Lebaran penjualannya pasti akan terdongkrak seiring dimulainya pekerjaan proyek pemerintah maupun swasta,” ungkapnya.

Terkait harga jual, Johan mengatakan, harga sempat naik Rp 3.000 per kilogram (kg), namun kembali normal seiring perekonomian yang makin membaik. “Ke depan harga bisa normal kembali. Ini sekaligus sebagai upaya agar konsumsi semen dalam negeri juga bisa terserap,” ujarnya.

Semen Indonesia Group telah melakukan penjajakan pasar baru untuk perluasan bisnis seperti di Filipina, Vietnam, Bangladesh dan Myanmar. “Tapi, kami juga masih berhitung dengan kapasitas produksi dari pabrik-pabrik Semen Indonesia Group yang ada,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, lanjutnya, Semen Indonesia Group masih menunggu operasional pabrik di Rembang. Selain itu juga membangun pabrik baru di Sumatera (Aceh), dan Indonesia Timur (Papua). “Kalau untuk pabrik Rembang secara fisik sudah 34 persen dan dari sisi teknis sudah masuk aktivitas kontruksi sipil. Selain itu, kami juga mulai siapkan tenaga, karena 1,5 tahun sebelum pabrik beroperasi harus sudah siap, sehingga begitu pabrik beroperasi bisa kerja full speed,” terangnya.

Pabrik Semen Indonesia di Rembang ditargetkan selesai pada akhir 2016. Selanjutnya, pada awal tahun 2017 sudah siap produksi untuk komersial. (ram)