Semen Indonesia Fokus Selesaikan Dua Pabrik Baru

Semen Indonesia Fokus Selesaikan Dua Pabrik Baru

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terus bergerak menyelesaikan sejumlah ekspansi bisnisnya. Dua unit pabriknya terbarunya di  Rembang, Jawa Tengah (Jateng) dan Indarung, Sumatera Barat (Sumbar), yang menghabiskan investasi sekitar Rp7,8 triliiun,  saat ini telah mencapai 63 persen.

“Progress pembangunan pabrik di Rembang dan Indarung  telah mencapai 63 persen,” ujar Direktur Utama Semen Indonesia Suparni kepada pers disela acara ‘Launching Lembaga Sertifikasi Profesi Semen Indonesia Group dan Ceremonial Penyerahan Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Semen Indonesa Group‎’ di Jakarta.

Dia optimis pembangunan dua pabrik tersebut akan selesai tahun depan. Menurutnya,  dengan tambahan dua unit produksi semen terbaru itu, akan ada tambahan produksi masing-masing sebesar tiga juta ton, atau totalnya mencapai enam juta ton.

Dengan tambahan produksi enam juta ton tahun depan, maka total kapasitas produksi PT Semen Indonesia pada tahun 2017 menjadi 40 juta ton.  Tahun ini, kapasitas terpasang  Semen Indonesia diperkirakan  mencapai 32,3 juta ton, dan akan naik menjadi 38,3 juta ton di 2016.  “Itu sudah termasuk pabrik semen yang kami miliki di Thang Long,” imbuh Suparni.

Terkait dengan penyerapan belanja modal sepanjang 2015, Suparni mengatakan Semen Indonesia  telah menggunakannya  sebesar Rp5,44 triliun hingga saat ini, atau setara 68 persen dari total‎ capex Rp8 triliun di tahun ini.‎

“Belanja modal  telah terealisasi sekitar 68 persen dari yang dianggarkan tahun ini,” katanya.

Dana itu, katanya,  telah digunakan untuk pembangunan pabrik baru di Rembang, Jawa Tengah (Jateng) dan Indarung, Sumatera Barat (Sumbar).
Selain ‎membangun pabrik, dana capex juga digunakan untuk packing plant di Pontianak dan Balikpapan, serta membangun pembangkit listrik yang memanfaatkan gas buang atau Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Tuban sebesar 30,6 megawatt (MW). “Jadi dengan bangun listrik di Tuban, tidak perlu minyak dan batu bara lagi untuk mengerjakan proyek-proyek besar kami,” paparnya.(wh)