Semen Indonesia Bentuk Center of The Champs

 

Semen Indonesia Bentuk Center of The Champs
Jajaran Direktur Semen Indonesia Group beserta Komisaris dan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam Peresmian Semen Indonesia Center of The Champs.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki, tidak hanya bisnis seputar semen saja, kini manajemen Semen Indonesia telah mempersiapkan diri dengan mencetak sumber daya manusia unggul sehingga memiliki daya saing.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut manajemen membentuk wadah baru yang bernama Semen Indonesia Center of The Champs “(SICC)”yang diresmikan oleh Menneg BUMN Dahlan Iskan di Balai Kartika Jakarta, Kamis  (28/8/2014).

Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, SICC ini akan berperan dalam membangun kompetensi baru di Semen Indonesia sekaligus mendatangkan keuntungan lain. Sehingga di masa mendatang akan memunculkan kekuatan baru, kompetensi baru yang sekaligus sebagai profit center.

“Kelak, Semen Indonesia tidak hanya dikenal piawai dalam memproduksi semen yang berkualitas, tetapi bisa melahirkan tenaga-tenaga yang profesional di bidang persemenan termasuk rancangbangunnya,” ujarnya.

Dengan SICC akan menjadikan karyawan lebih menyatu, berpadu, dan  bersinergi dalam mengembangkan dan menyalurkan keilmuannya. Mereka akan lebih fokus menjalankan tugas sesuai jobdesk-nya. Imbasnya adalah bertumbuhnya produktivitas dan efisiensi di semua lini bisnis.

“Saya ingin ketika Semen Indonesia disebut, orang akan langsung berfikir di belakangnya ada tenaga-tenaga profesional yang laku dijual ke mana-mana,” tandas Dwi Soetjipto.

Inilah competitive advantage Semen Indonesia, semua akan berpadu, dan melahirkan center of the CHAMP. Menyadari pentingnya SDM dalam mendukung daya saing perusahaan, akselerasi implementasi Semen Indonesia Center of The CHAMPS merupakan keharusan. Boleh dibilang, SICC merupakan upaya perseroan untuk menyiapkan Semen Indonesia menjadi pusat keunggulan daya saing di bidang engineering, inovasi, dan rekayasa teknologi.

“Kami ingin mewujudkan Semen Indonesia menjadi world class engineering company,” tegas Dwi Soetjipto.

Dia jufa menjelaskan, salah satu kemampuan yang telah dimiliki karyawan Semen Indonesia adalah di bidang engineering. Maka dari itu, Semen Indonesia  membentuk center of engineering (CoE). Boleh dibilang CoE merupakan kristalisasi kemampuan engineering karyawan Semen Indonesia yang terakumulasi sejak berdirinya pabrik Semen Padang (1910). Pengalaman dalam proses pembangunan pabrik baru di Tuban dan Tonasa secara swakelola harus ditularkan. Tujuannya, untuk mengembangkan rancang bangun dan rekayasa teknologi dalam menciptakan nilai inovasi menjadi perusahaan engineering kelas dunia”.

“Selain itu, kemampuan Engineering Semen Indonesia mendapat perhatian serius dari perusahaan yang bergerak di bidang mineral dan semen di Denmark, FLSmitdth A/S. Kedua belah pihak telah melakukan kerjasama. Masalah Engineering proyek, pengadaan proyek, penelitian dan pengembangan sampai pelatihannya FLSmitdth A/S mempercayakan kepada Semen Indonesia”. Ujar Dwi Soetjipto

Peran kunci SICC sebagai pusat keunggulan yakni dengan menyiapkan SDM yang kompeten atau best people sekaligus meningkatkan kinerja unggul (excellent performance) dan penguatan struktur industri.  Untuk menyiapkan best people diwujudkan dengan 3 komponen institusi dalam SICC yakniCenter of Dynamic Learning, Center of Knowledge Management, dan School of Engineering & Management. Sementara peningkatan kinerja unggul diwujudkan melalui 2 komponen institusi yakni Center of Technology Research, Center of Engineering  serta Training and Consulting Services.

Yang harus digarisbawahi adalah bahwa SICC ini bukan hanya sekadar institusi Pendidikan dan Latihan (Diklat). Di banyak perusahaan, institusi atau unit Diklat biasanya hanya menjalankan tugas sebagai event organizer (EO). Ketika sebuah unit bisnis memerlukan pelatihan, ia akan menelepon unit Diklat. Selanjutnya unit Diklat akan menyediakan tempat, instruktur, modul dan segala hal yang terkait. SICC tidak seperti itu. SICC akan bersifat proaktif, memecahkan masalah-masalah bisnis melalui learning center, serta proaktif untuk mengembangkan talenta-talenta perusahaan.

Kehadiran SICC juga diharapkan mampu mengembangkan talenta-talenta perusahaan sehingga mereka nantinya bisa merasa ‘terikat’ dengan perusahaan.

“Bayangkan misalnya ada karyawan yang semula hanya lulusan SMA, kemudian menjalani pengembangan potensi ataupun pendidikan di SICC, sehingga kemampuannya kemudian bisa sejajar dengan seorang sarjana, tentu yang bersangkutan akan merasa bahwa Semen Indonesia adalah ‘rumah’ yang sudah membesarkannya. Jika sudah demikian, maka antara karyawan dan Semen Indonesia akan terjalin sebuah ikatan batin yang kuat,” terang Dwi Soetjipto.

Konsep pendirian dan pengembangan SICC adalah menyiapkan cetak biru strategi, yaitu Grand Strategy SICC, sebagaiGrand strategy SICC ini adalah model yang menyelaraskan dan mengintegrasikan kelima fungsi institusi yang menjadi sumber daya strategis perusahan, yaitu:

  1. Center of Dynamic Learning (CDL), Merupakan institusi “strategic business growth enabler” melalui pemberdayaan human capital yang mengintegrasikan seluruh aktivitas & sumber daya pembelajaran (organization learning).  Basis pembentukan dan pengembangan CDL adalah memadukan konsep Corporate University (Corpu) dengan konsep/pendekatan manajemen stratejik (strategic management approaches).
  2. Center of Research (CER), Mengembangkan research  yang mampu mendukung menciptakan nilai inovasi guna mengantisipasi tantangan menjadi perusahaan engineering kelas dunia.
  3. Center of Engineering (CER), Mengembangkan rancang bangun & rekayasa teknologi yang mampu menciptakan nilai inovasi guna mengantisipasi tantangan menjadi perusahaan engineering kelas dunia.
  4. Center of Knowledge Management (CKM), Menjadikan SI/SI sebagai learning organization yang selalu adaptif dengan mengoptimalisasikan penciptaan & pengelolaan pengetahuan (sosialisasi-internalisasi-kombinasi-eksternalisasi)
  5. Universitas Semen Indonesia (USI), Institusi pendidikan tinggi formal, untuk memenuhi kebutuhan SDM dengan pondasi akademik yang kuat & kompetensi yang tinggi di bidang industri semen & industri-industri terkait. Saat ini telah berdiri Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSI)
  6. SI Training & Consulting Services (SITCS), Pusat pelatihan & jasa konsultansi di bidang engineering: untuk memperkuat cluster industri semen di Indonesia.

Konsep dasar cetak biru strategi SICC adalah bahwa SICC bukan sekedar institusi Pendidikan & Latihan . SICC menyelaraskan  dan mengintegrasikan lima fungsi sumberdaya  & kapabilitas stratejik Semen Indonesia, dan terfokus dalam menciptakan dan mempertahankan keunggulan daya saing perusahaan. (ram)