Selangkah Lagi, SKK Migas jadi BUMN

Beli Minyak dari Angola, Pemerintah Klaim Hemat Rp 11 T
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan penataan usaha bisnis di sektor Migas. Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan rencana bakal dibentuk BUMN khusus sektor hulu yang merupakan transformasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas). ” Yang akan baru itu di hulu, yang sebetulnya metamorfosis dari SKK Migas, atau dulunya BP Migas. Jadi sebetulnya nggak perlu bingung, karena lebih memikirkan kepada status kelembagaan SKK,” lanjut dia.

Adapun pembentukan SKK Migas sebagai BUMN khusus ini,diproyeksikan sebagai langkah perampingan kelembagaan sektor migas yang hingga kini dinilai masih terbilang cukup rumit dalam peranannya. “Dan salah satu kritik kepada migas kita itu. Terlalu banyak koki dalam dapur kita. Sehingga orang bingung menunya apa. Ini kita coba streamline, kita coba rampingkan,” tandasnya.

Langkah yang dilakukan Kementerian ESDM ini bagian dari penataan kegiatan bisnis di sektor Migas. Sudirman Said mengatakan, adapun BUMN khusus migas rencananya bakal menjadi badan penyangga hilir migas. Sementara badan agregator hilir akan dibagi dua yakni yang menangani masalah minyak dan masalah gas. “Kalau di hilir kan badan penyangganya Pertamina. Badan agregator ada dua, nanti tinggal ditentukan apa dua-duanya, atau salah satu. Apakah dua-duanya digabung itu namanya PGN dan Pertamina,” ungkap Sudirman. (oke)