Selamatkan Aset, Pemkot Surabaya Mutasi Pejabat

 

Selamatkan Aset, Pemkot Surabaya Mutasi Pejabat
Mutasi di lingkungan Pemkot Surabaya, Senin (25/8/2014).

Sebagai bagian dari upaya penyelamatan aset Pemerintah Kota (Pemkot), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan mutasi Kepala Dinas Pengelolahan Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya pada Senin (25/8/2014).

Jabatan DPBT yang sebelumnya di duduki oleh Djumadji digantikan oleh pejabat eselon II, Maria Theresia Ekawati Rahayu yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum.

“Kita sedang berjuang untuk menyelamatkan aset-aset kita. Inilah sebagian alasan saya melakukan rotasi jabatan. Apalagi masalah aset ini terlalu berat. Saya mengakui itu,” katanya.

Soal jabatan Kepala DPBT, Risma menilai bahwa posisi tersebut memiliki tanggung jawab yang berat. Ruang lingkup DPBT tak lepas dari aset pemkot. “Kita tak ingin aset kita lepas begitu saja,” ujarnya.

Atas dasar itu, Risma kemudian mempercayakan posisi tersebut kepada Maria. Menurut dia, Maria atau yang akrab disapa Yayuk merupakan figur yang paling tepat mengemban jabatan ini.

“Harapannya, pengalaman Yayuk di bidang hukum dapat membantu kinerjanya dalam pengambil-alihan aset milik pemkot,” harap Risma.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait jabatan yang dipercayakan padanya Maria se-usai melakukan pelantikan, akan fokus untuk memproses kasus-kasus tanah yang saat ini sedang berada di pengadilan.

“Banyak yang harus diperjuangkan agar aset pemkot tak lepas. Selain itu, juga kami akan memperdalam soal tanah hijau yang hingga kini tak kunjung usai,” bebernya.

Di sisi lain, Djumadji mantan Kepala DPBT Surabaya dipindah menjadi staf ahli Wali Kota Surabaya. Hal itu ditegaskan atas surat keputusan walikota nomor 821.2/4210/436.7.6/2014 dan 821.2/4211/436.7.6/2014 tertanggal 25 Agustus 2014.

Selain Maria dan Djumadji dalam waktu bersamaan Risma juga melakukan mutasi kepada 36 pejabat Pemkot Surabaya di Balai Kota Surabaya untuk penyegaran. “Ini sudah lama kami canangkan untuk penyegaran saja,” ujarnya. (wh)