Selama Lebaran Konsumsi Bahan Bakar di Jatim Naik 16 Persen

Selama Lebaran Konsumsi Bahan Bakar di Jatim Naik 16 Persen

Konsumsi bahan bakar jenis gasoline di Jatim selama Lebaran 2019 mengalami peningkatan 16 persen dari rata-rata harian yang sekitar 12.900 kiloliter menjadi 15.000 kiloliter.

Kenaikan tertinggi gasoline terjadi pada Pertamax sebesar 27 persen. Disusul Pertamax Turbo sebesar 20 persen, serta Premium 17 persen, dan Pertalite 13 persen.

“Ini menunjukkan masyarakat sudah banyak yang memilih BBM berkualitas dengan RON tinggi, karena lebih mendukung performa kendaraan tetap prima selama perjalanan mudik. Kami menyampaikan apresiasi pada konsumen yang telah memilih produk-produk berkualitas Pertamina,” ujar Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) V Rustam Aji, Jumat (21/6/2019).

Rustam mengatakan tim Satgas Lebaran telah melayani sejumlah kebutuhan energi bagi masyarakat, seperti untuk kebutuhan transportasi dan memasak.

Untuk jenis gasoil, lanjut Rustam, mengalami penurunan hingga empat persen, karena banyak industri yang menghentikan operasi kendaraan besarnya selama masa mudik.

Namun demikian, konsumsi Dex yang dikonsumsi kendaraan pribadi, tetap mengalami kenaikan hingga 17 persen.

Untuk konsumsi Avtur, di Terminal DPPU Juanda selama masa Satgas juga mengalami penurunan 11 persen di bawah rata-rata harian normal, yakni pada kondisi normal rata-rata harian Avtur yang sekitar 970 kiloliter menjadi 865 kiloliter.

“Namun pada saat puncak mudik, di Juanda sempat ada kenaikan penjualan Avtur sebesar 22 persen pada 30 Mei 2019. Pada hari itu penyaluran Avtur mencapai 1.180 kiloliter,”  terang Rustam.

Selain layanan BBM, imbuh dia, Pertamina juga mencatat adanya kenaikan untuk penyaluran elpiji PSO di Jawa Timur selama masa Satgas Lebaran yang naik sebesar tujuh persen dibandingkan rata-rata kondisi normal.

Pada kondisi normal, penyaluran elpiji tiga kg di Jawa Timur sebesar 3.780 metrik ton atau sekitar 1,26 juta tabung per hari.

Dia menambahkan, Satgas Lebaran 2019 Pertamina MOR) V dimulai sejak 21 Mei 2019untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terkait pelayanan energi terlayani.

“Kami bersyukur bisa memastikan energi bisa dinikmati masyarakat selama masa Lebaran. Tentu, masih ada yang harus dievaluasi dan ditingkatkan, tapi kami bangga atas apa yang telah dicapai,” pungkas Rustam. (ant/wh)