Selain Socrates Awards, Risma Juga Bawa Pulang Penghargaan Ini

Selain Socrates Awards, Risma Juga Bawa Pulang Penghargaan Lain

Selain Socrates Awards, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menerima penghargaan tambahan, yakni The International Award ‘United Europe’ dari Europe Business Assembly (EBA), Oxford. Berlokasi di Institute of Director, London, Rabu (16/4/2014) waktu setempat atau Kamis (17/4/2014) dinihari, Prof. John WA Netting Director General EBA, menyatakan beberapa alasan mereka memberikan penghargaan tambahan tersebut.

John menyatakan, Risma mendapatkan penghargaan The International Award ‘United Europe’ karena dinilai mempunyai kontribusi dalam membangun integrasi entitas Eropa.

“Karena melalui upaya berbasis teknologi informasi dan komunikasi maka interaksi Surabaya dengan Eropa dan dunia menjadi lebih mudah dan akan berkembang lagi,” ujarnya.

Sementara Event Director EBA, Charles Hayes menambahkan penghargaan tersebut diberikan kepada Wali Kota Surabaya atas kerja keras dan dedikasi yang diberikan selama ini.

“Juga sebagai bentuk pengakuan dari para akademisi dan para pemimpin kota Eropa kepada Risma dan pemerintah kota Surabaya. Karena pembangunan kota yang dilaksanakan,” imbuhnya.

Hayes mengatakan, EBA mendapatkan masukan dari berbagai pihak dan membentuk panel yang ditugaskan melakukan riset secara mendalam dan independen mengenai pemimpin kota dan pendekatan pembangunan yang dilakukan di kotanya. Menurutnya yang dilakukan Risma dalam membangun kota Surabaya patut dicontoh.

Pada London Summit of Leaders yang bertema Rapid Urbanization: Society, Economy, and Management, Risma memaparkan presentasi tanpa teks. Di depan peserta yang berasal dari 40 negara seperti Perancis, Ukraina, Afrika Selatan, Benin, Nigeria, Swiss, Rusia, Tajikistan, Ghana, dan Montenegro, Risma memberikan paparan mengenai pembangunan kota Surabaya. Surabaya, kata alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu, melakukan pendekatan Good Governance.

“Kami mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi dalam administrasi pemerintahan. Bukan hanya proses pengadaan barang namun juga dalam pengurusan peizinan dengan Surabaya Single Window (SSW),” jelasnya. Dengan SSW itu, warga atau calon investor hanya perlu menyampaikan hardcopy saat izin akan diserahterimakan.

Risma pun menambahkan, masyarakat Surabaya bisa memberikan usulan proyek-proyek pembamgunan yang diperlukan melalui e-musrenbang. Melalui situs berbasis online itu, warga bisa mengetahui apakah usulannya diterima atau tidak oleh pemkot Surabaya. Bila diterima, mereka bisa mengikuti progres pembangunannya.

“Dengan sistem ini, masyarakat dapat langsung menyampaikan informasi secara online jika terdapat penyimpangan. Dengan sistem ini pula, ketika saya berada di mana pun, termasuk di London saat ini, administrasi pemerintahan dan layanan publik dapat terus berjalan,” tambahnya.

Proses pembangunan infrastruktur seperti rencana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) alias Angkutan Massal Cepat (AMC), pun diceritakan Risma. Termasuk sejumlah upaya penanganan banjir yang semakin membaik.

Pembangunan berwawasan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat menjadi salah satu yang menjadi unggulan kota Surabaya. “Kami juga mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berbasis komunitas dan keluarga pra sejahtera,” cetusnya.

Presentasi Risma ini lantas mendapatkan perhatian yang serius, terutama dari Hiroshi Tanaka dari Jepang. Profesor yang pernah tinggal 5 tahun di Indonesia ini, menyatakan bangga dengan kemajuan Surabaya yang inovatif dan aplikatif. “Risma akan menjadi new role model dari kepemimpinan kota di dunia,” tandasnya.

Selain Risma, EBA juga memberikan penghargaan kepada Nkechi Justina Nwaogu, Senator dari Nigeria untuk kategori The Socrates International Award dan Zenna (Zubitska) Natalia, Presiden LSM Green Planet dari Ukraina dalam kategori The International Award ‘Queen Victoria’.(wh)