Selain Skill dan Kreativitas, Peserta juga Dilatih Membangun Teamwork

Selain Skill dan Kreativitas, Peserta juga Dilatih Membangun Teamwork
Peserta Start Surabaya yang mengikuti masa inkubasi di lanti 7 Spazio, Surabaya, Selasa (27/1/2015). avit hidayat/enciety.co

Tidak sekadar kreatif, para peserta Start Surabaya juga harus bisa membangun teamwork dalam bisnisnya. Ini karena, selain skill dan kreativitas, dalam bisnis diperlukan kekuatan tim yang solid dan saling bersinergi.

“Untuk itu, ini teman-teman saya ajak unjuk membuat kelompok. Dari puluhan siswa tersebut dibagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok mempunyai tugas untuk menganalisa salah satu produk terkenal,” kata Brand Ambassador YouTube Indonesia Dennis Adhiswara saat ditemui enciety.co di lantai 7 Spazio, Selasa (27/1/2015).

Setelah itu, terang Dennis, para peserta diminta untuk memproyeksikan masing-masing produk yang dipilihnya. Mulai dari segi efektivitas produksi, pemasaran, market, target market, hingga kemungkinan-kemungkinan lainnya.

“Setiap peserta di satu kelompok punya tugas berbeda-beda sesuai dengan pengalaman, pengetahuannya masing-masing,” jelasnya.

Seperti dilakukan salah satu peserta, Septian Setia Budi. Dia mengaku mengambil tema komik Marvel. Komik populer asal Amerika Serikat itu dianggap punya konten bagus. Selain itu, komik Marvel diproduksi oleh teamwork yang hebat.

“Kalau teamwork-nya buruk pasti komiknya akan cepat dilupakan. Tapi ini tidak, mereka sangat gigih. Terutama saat timnya menarik perhatian anak-anak dengan konsep-konsep yang menarik. Kami pun suka baca Marvel,” jelas dia.

Selain komik Marvel, peserta Start Surabaya lainnya juga melakukan analisa marketing untuk produk-produk lainnya. Di antaranya game Playstasion, film dan lain sebagainya. Ini diharapkan sebagai bahan pembelajaran peserta Start Surabaya agar lebih mengoptimalkan kerja tim ketimbang individu.

“Sebenarnya ini buat latihan saja. Nanti mereka akan kolaborasi sendiri sesuai dengan produk-produk yang dibuatkannya. Selain itu kami juga mengajak peserta untuk melihat cara produksi sebuah video pendek, atau film indie yang sederhana,” pungkas Dennis. (wh)