Sekuritas Target 10 Ribu Investor di Surabaya

 

Sekuritas Target 10 Ribu Investor di Surabaya

Investor gethering yang digelar Mandiri Sekuritas, Rabu (7/5/2014), di Surabaya diharapkan bisa mendongkrak jumlah investor ritel. Saat ini investor eksisting di Surabaya sendiri baru mencapai 3.200 baik korporasi maupun ritel.
 
Salah satu yang tengah dibidik Mandiri Sekuritas (Mansek) adalah pasar ritel. Sebagai gambaran pertumbuhan pasar ritel secara nasional dilihat dari kenaikan transaksi maupun jumlah. Tahun lalu total transaksi Rp180 miliar dengan jumlah investor 22 ribu, hingga Maret 2014 total transaksinya mencapai Rp 270 miliar dengan jumlah investor 34 ribu, dari total target 60 ribu.
 
“Ada beberapa upaya yang kami lakukan guna mengejar target tersebut,” kata Branch Manager Mandiri Sekuritas Surabaya Linawati.

Upaya yang dilakukan di antaranya menggelar pendidikan disejumlah perguruan tinggi di Jatim. Salah satunya di UPN Veteran dan Universitas Madura di Pamekasan. Pendidikan ini diharapkan memberi pemahaman mengenai capital market kepada semua masyarakat. Pendidikan ini diharapkan bisa menaikkan investor ritel yang dimiliki Mansek.
 
Investor di Jatim memberi kontribusi terhadap investor Mansek sebesar 11 persen. Dengan target 10 ribu investor tahun ini, artinya Jatim memberi kontribusi kurang lebih 6 persen dari kontribusi target investor nasional.
 
Sebagai gambaran hingga tahun 2013 investor ritel menembus 22.000, dengan nilai transaksi Rp 180 miliar perhari. Sedangkan kuartal pertama tahun ini sudah tercapai Rp270 miliar dengan total investor 34 ribu investor. Sementara total investor Mansek secara nasional mencapai 500 ribu.
 
“Artinya pasar ritel sedang bergeliat. Gambaran di atas merupakan pergerakan investor ritel tingkat nasional, sedangkan untuk Jatim saja value tahun lalu Rp11,5 miliar per hari dan hingga kuartal pertama tahun ini sudah
 mencapai Rp 12 miliar per hari,” urainya.

Hal senada disampaikan Direktur Capital Markets Mansek, Laksono Widodo yang berharap kontribusi Mansek memberi kontribusi seimbang 50:50 persen.

Saat ini memang investor ritel sedang bergeliat, perbandingannya saat ini investor ritel 42 persen, sedangkan korporasi 58 persen,” ungkapnya. (wh)