Segosoge Juara Pertama Strategi Bisnis Pemasaran Online

Segosoge Juara Pertama Strategi Bisnis Pemasaran Online

Sufiyanto Arief menerima hadiah.foto:ist

Brand Segosoge terpilih menjadi juara pertama Lomba Strategi Bisnis Pemasaran Online Bagi Pelaku UMKM, Kamis (5/9/2019). Kegiatan tersebit digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya.

Juara kedua lomba tersebut ditempati brand Sambel Kringz dua. Juara ketiga brand Abon Sambel Klotok. Sedang juara harapan pertama diraih brand Denil Pudding. Juara harapan kedua brand Omah Jamu. Juara harapan ketiga brand Yana Taste.

Brand SegoSoge, yang merupakan Anggota Pejuang Muda Surabaya terpilih menjadi pemenang pertama dalam acara yang diikuti 42 orang pelaku UMKM Surabaya itu.

Sufiyanto Arief, owner Segosoge, tak menyangka bisa terpilih sebagai pemenang pertama .”Alhamdulillah, saya sangat senang dan tidak menduga. Karena persiapan saya ini sangat mepet. Sampai-sampai, saya harus pinjam flashdisk kepada pelaku UKM lain dari Kecamatan Bulak untuk mempersiapkan presentasi di depan dewan juri,” katanya, lantas tersenyum.

Dalam pemaparannya, Arief mengisahkan brand SegoSoge yang dibuat dan strategi bisnis yang dilakukan untuk membesarkan usahanya. Dia juga mempresentasikan efek positif yang dia dapat setelah melakukan promosi dan penjualan via media sosial. “Saya berjualan via online lewat WhatsApp, Facebook, Instagram dan YouTube,” tegasnya.

Untuk masalah konten promosi di YouTube, Arief mengatakan punya konsep berbeda tiap bulannya. Salah satunya konten Ajak Makan. Dalam konten ini dia berbagi referensi kuliner nikmat, recommended, dan harganya terjangkau di Surabaya. Dia juga membuat konten yang mengulas tentang produk SegoSoge, mulai dari tutorial membuat hingga komposisi produk buatannya itu.

Arief lalu mennceritakan betaoa dahsyatnya pemasaran online. Suatu ketika, tahun 2018 lalu, saya pernah dapat pesanan dari Kalimantan. Pesanan itu datang dini hari. Waktu itu si pemesan minta dikirim Segosoge untuk sarapan. Yang terlintas di benaknya saat itu, si pemesan menginap di Hotel Kalimantan di Jalan Pegirian, Surabaya. Ternyata setelah ditanya dia tinggal di Kalimantan.

“Saya bingung dan langsung saja saya jelaskan jika tidak bisa memenuhi permintaan tersebut,” tutur dia, lantas tersenyum.

Lewat cerita itu, Arief ingin menjelaskan kepada dewan juri, jika pelaku usaha dapat jangkauan akses pemasaran yang luas di dunia digital. (wh)

Berikan komentar disini