Segernya Bisnis Sate Ayam Pak Seger

Segernya Bisnis Sate Ayam Pak Seger

Maryati, pengelola depat Sate Ayam Ponorogo. foto: arya wiraraja/enciety.co

Surabaya benar-benar jadi surga kuliner. Betapa tidak, hingga kini sudah ratusan menu masakan nusantara dijajakan di Kota Pahlawan. Ini membuat banyak pilihan untuk memenuhi selera para penggila kuliner.

Sate Ayam Ponorogo Pak Seger, salah satunya. Di depotnya Jalan Dharmawangsa, Surabaya, nyaris nggak pernah sepi pembeli. Mereka datang bukan hanya dari Surabaya, tapi juga warga yang tinggal di kota laindi Indonesia.

Depot sate Ponorogo yang berdiri sejak tahun 1976 itu, memiliki sejarah panjang. Awalnya, Pak Seger memulai usahanya sebagai pedagang sate keliling di perkampungan Juwingan, Kertajaya, dan Dharmawangsa.

Hal tersebut dilakukannya selama hampir 10 tahun lamanya,” tutur Maryati, pengelola Depot Sate Ayam Ponorogo Pak Seger Dharmawangsa kepada enciety.co.

Kata dia, pada tahun 1986, Pak Seger sempat membuka warung sate kaki lima di Juwingan. Saat itu, produksi satenya hanya menghabiskan ayam satu ekor. “Waktu itu, pernah dalam beberapa hari, kita tidak dapat menghabiskan sate dengan bahan dasar satu ekor ayam. Untuk satu porsi sate yang berisi 10 tusuk sate ayam kami bandrol Rp 4 ribu per porsi, ” ungkapnya.

Bisnis yang berjalan stagnan itu bertambah pahit manakala suatu malam, warung dan gerobak sate milik Pak Seger disita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka kejar-kejaran dengan anggota Satpol PP karena dianggap liar.