Sebelum Jatuh, Pesawat Latih Merpati Oleng usai Take Off Kedua

 

 

Sebelum Jatuh, Pesawat Latih Merpati Oleng usai Take Off Kedua

Sebelum jatuh ke areal persawahan, pesawat latih milik Merpati Pilot School (MPS) yang dipiloti Haris Yondi (21) ternyata sering berlatih di langit Bandara Trunojoyo. Bahkan terlihat oleh warga pada Jumat (19/9/2014) siang, pesawat sempat take off dua kali sebelum oleng dan jatuh.

Seperti yang dikatakan salah satu saksi mata, Moh Salam (48) bahwa pesawat dengan nomor lambung PK MSN itu sebelumnya terbang normal. ”Biasanya pesawat itu setiap harinya juga terbang seperti biasa,” jelasnya.

Bahkan, pada hari itu, pesawat yang dikemudikan pemuda asal Sidoarjo tersebut sempat berkali-kali keliling di langit Sumenep. Pesawat berwarna biru putih itu juga berulang kali terlihat take off kemudian landing dan take off lagi.

“Tapi pada saat take off kedua kalinya, pesawat terlihat oleng. Seperti kurang keseimbangannya, lalu kemudian menukik ke tanah dan jatuh,” bebernya.

Menurutnya, pada saat jatuh, terlihat kepulan asap putih dari badan pesawat sehingga warga tidak berani mendekat ke lokasi pesawat. Namun tidak ada percikan api.

“Tapi karena takut pesawat meledak, kami tidak berani mendekat menolong korban,” timpal Masrawiyanto juga warga sekitar.

Kepala Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Sumenep, Dwi Arinyanto mengatakan, posisi pesawat milik MPS itu memang sedang terbang di atas langit Bandara Trunojoyo Sumenep.

“Saat itu memang sedang ada latihan terbang. Dengan terbang solo sisw pilot diwajibkan menerbangkan pesawat sendirian. Tetapi entah apa penyebabnya, kok tiba-tiba pesawat yang dikemudikan Haris jatuh hingga membuatnya meninggal seketika,” jelasnya.

Seperti yang terpantau, saat ini Polres Sumenep telah mengamankan TKP dengan membuat lingkaran garis batas polisi. Selain itu di lokasi jatuhnya pesawat yang berjarak 600 meter timur Bandara Trunojoyo itu ditutupi sebuah terpal. Sementara polisi juga berusaha menyisir serpihan pesawat yang berserakan hingga sejauh 100 meter dari TKP.

“Saat ini bangkai pesawat masih dibiarkan di lokasi. Kami juga mengamankan lokasi dari kerumunan warga sampai tim KNKT datang untuk mengidentifikasi pesawat,” jelas Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko kepada awak media. (wh)