Sebelum Ini, AirAsia Belum Pernah Alami Kecelakaan

Sebelum Ini, AirAsia Belum Pernah Alami Kecelakaan

Pesawat AirAsia QZ8501 yang menerbangi rute Surabaya – Singapura sekitar Minggu (28/12/2014) hilang kontak sekitar pukul 07.24 WIB. Dalam pernyataannya AirAsia menyatakan jet Airbus A320 dengan nomor registrasi PK-AXC baru menjalani 16 November 2014 lalu.

Menurut data penerbangan di situs www.airfleets.net, PK-AXC pertama kali terbang pada September 2008. Jika PK-AXC yang hilang tersebut jatuh, maka pesawat Airbus itu menjadi kecelakaan besar pertama dalam sejarah AirAsia sejak maskapai tersebut didirikan 1993 lalu.

Menurut data yang dikutip dari Aviation Safety Network, AirAsia belum pernah mengalami kecelakaan besar atau pesawat jatuh hingga hilangnya penerbangan QZ8501. AirAsia juga memiliki rata-rata usia armada pesawat berumur 4,2 tahun atau masih terbilang baru dibanding maskapai penerbangan lainnya.

AirAsia telah memenangkan penghargaan World’s Best Low-Cost Airline dan berada di peringkat tujuh Skytrax dalam tujuh kesempatan.

Sementara  itu, Sekretaris Dirjen Penerbangan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmojo menyebutkan tidak mungkin pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 yang hilang kontak sejak pagi tadi saat ini masih terbang. “Bahan bakar kalau masih terbang pasti sudah habis, karena bahan bakar diisi hanya untuk empat jam 30 menit,” kata Djoko saat Konferensi Pers di Cengkareng, Minggu (28/12/2014).

Djoko berharap seluruh instansi terkait untuk tetap melaporkan informasi terbaru mengenai hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura ke Basarnas. “Kalau ada kondisi seperti itu, informasi tolong disampaikan ke Basarnas, kalau memang benar teman TNI punya informasi bisa disampaikan, agar terjadi koordinasi keselamatan,” tutupnya.

Pesawat Air Asia QZ 8501 hilang kontak setelah tinggal landas dari Bandara Juanda menuju ke Singapura. Pesawat yang tinggal landas sekira pukul 05.36 WIB hilang kontak dan tidak bisa dimonitor lagi. Pesawat membawa penumpang sebanyak 136 orang dewasa, 16 anak, dan satu bayi. (bst/ram)