SBY Sebut Ada Peluang Investasi dari Jepang Rp 10.868 T

 

SBY Sebut Ada Peluang Investasi dari Jepang Rp 10.868 T

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, ada peluang investasi sebesar USD 900 miliar atau sekitar Rp 10.868 ribu triliun) dari pengusaha Jepang. Peluang investasi yang tersedia di Indonesia ada di bidang infrastruktur, transportasi, pangan, energi, produk industri yang lain, telekomunikasi, jasa perbankan dan asuransi.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara usai bertemu pengusaha Jepang yang tergabung dalam Federasi Ekonomi Kansai di Kyoto, Jepang, Senin (29/9/2014). “Total kemampuan pebisnis Kansai adalah sebesar USD 900 miliar. Tadi sudah disampaikan semuanya,” kata Presiden SBY.

Sebanyak 17 pengusaha Jepang bertemu Presiden di Hotel Ritz-Carlton, Kyoto. Para pengusaha itu, di antaranya, Presiden JAPINDA yang juga mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, Vice Chairman Kansai Economic Federation/Chairman of the Board Panasonic Corporation Masayuki Matsushita, Yoshio Tateisi (Chairman Kyoto Chamber of Commerce and Industry/Honorary Chairman OMRON Corporation), Naoki Kuroda Vice President JAPINDA/Chairman INPEX Corporation), dan Minoru Furukawa (Vice Chairman of Osaka Chamber of Commerce and Industry/Chairman & CEO Hitachi Zosen Corporation.

Selanjutnya, Masanori Mitsui (President Daihatsu Motor Co. Ltd), Takashi Okuda (Chairman Sharp Corporation), Yasumori Ihara (Executive VP & Board Member Toyota Motor Corp), dan Akio Ogura (Chairman of the Board Bando Chemical Industry).

Presiden menyambut gembira keinginan pengusaha Jepang untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Di sisi lain, Presiden mengatakan bahwa pemerintah terus meningkatkan iklim bisnis dan memotong jalur birokrasi yang menghambat.

“Kebijakan regulasi semakin bagus baik di tingkat pusat maupun daerah. Jika ada investasi, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.  (bst/ram)