SBY : Jangan Menabuh Lonceng Kematian

SBY: Jangan Menabuh Lonceng Kematian

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pers nasional tidak terjebak black campaign alias menjelekkan orang lain. Meski persaingan pada tahun politik kian keras, pers hendaknya tetap objektif dan tidak membuat berita fitnah yang tidak sesuai fakta.

“Mengritik kebijakan silakan saja. Mengurangi fakta masih oke. Tapi, memberitakan sesuatu yang tidak ada itu black campaign dan itu sama dengan menabuh lonceng kematian,” kata Presiden SBY saat menerima Ketua PWI dan rombongan di Istana Negara, Senin (27/1/2014).

Ketua Umum PWI Margiono bersama rombongan menyampaikan undangan resmi kepada Presiden SBY untuk menghadiri Hari Pers yang akan digelar di Jambi, Minggu, (9/2). Ikut hadir dalam audiensi dengan Presiden adalah Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus.

Berita black campaign, kata Presiden adalah kemunduran. Karena masyarakat mendapatkan informasi yang tidak benar. Pihak yang diberitakan sangat dirugikan. Jika pemberitaan seperti ini dikembangkan, berbagai hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi.

“Black campaign itu sangat bahaya. Alangkah baiknya black campaign tidak ada di negeri ini,” kata Presiden.

Menjawab pertanyaan anggota PWI tentang seberapa banyak berita black campaign, Presiden mengatakan, “So many. Ada sejumlah media di Indonesia yang gemar membuat berita black campaign. Mereka dengan suka cita memuat berita yang sama sekali tidak ada faktanya,” ujarnya.

Presiden, kata SBY, sama sekali tidak menggunakan tenda berharga Rp 15 miliar. “Tapi, ada media yang memberitakan saya memakai tenda seharga itu, “ katanya.

Presiden mengatakan, jika ada negative campaign dalam pemberitaan di tahun politik, hal itu masih bisa dimengerti. Hantam-hantaman dalam politik itu masih lazim. Berita berisikan negative campaign masih ada fakta. Tapi, black campaign, sama sekali tidak bisa ditoleransi. Persaingan perebutan kekuasaan pada bulan-bulan akan datang, kata Presiden, akan semakin seru. Namun, ia mengharapkan saling kritik cukup mengenai visi dan kebijakan. (bh/berbagai sumber)