SBY Bertemu Tim Rekonsiliasi Konflik Sampang

SBY Bertemu Tim Rekonsiliasi Konflik Sampang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan informal dengan Tim Rekonsiliasi Sunni-Syiah di Kabupaten Sampang pada awal kunjungan kerjanya di Madura, Rabu (4/12/2013).

Presiden bertemu dengan Tim Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang diketuai oleh Abd A’la antara lain bersama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali.

Dalam rapat terbatas, Pemprov Jatim telah menyiapkan beberapa item solusi yang langsung disampaikan pada presiden. Pertama akan dilakukan pembangunan rumah sebanyak 150 unit. Di antaranya 50 unit di Desa Karanggayam Kecamatan Omben bagi korban konflik Sampang yang kini masih mengungsi yang berada di Sidoarjo, serta 100 unit lainnya yakni pihak warga yang terdampak di sekitar Desa Karanggayam yang juga di wilayah Kecamatan Omben.

Penentuan 150 unit itu dilakukan supaya tidak ada salah paham dan kesenjangan. “Kalau yang dibangun cuma 50 unit dari kelompok Tajul Muluk, bisa ada yang iri, sehingga 100 unit juga dibantu, khusus warga sekitar yang terdampak,” ujar Soekarwo.

Untuk membangun rumah tersebut, Pemprov Jatim menganggarkan sebesar Rp 15 juta per unit dengan total nilai bantuan Rp 2,25 miliar. Pelakanaan pembangunan kini telah dimulai dan diperkirakan dapat selesai awal 2014.

“Sekarang dana sudah dicairkan dan pembangunan sudah kami kerjasamakan dengan Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim untuk proses pengamanan,” tuturnya seperti dikutip laman Kominfo Jatim.

Sembari proses pembangunan rumah dilakukan, solusi konflik Sampang yang lain yakni pemulangan para pengungsi konflik Sampang secara bertahap mulai dilakukan Pemprov Jatim. “Pemulangan dilakukan dengan membagi tiga klasifikasi yakni ringan bakal didulukan, untuk klasifikasi sedang atau tengah menyusul, dan yang berat dipulangkan paling akhir,” ungkapnya.

Dalam rapat terbatas itu, turut diundang para ulama Sampang. Diharapkan, setelah forum dilakukan maka proses rekonsiliasi konflik Sampang dapat berjalan lancar dan pemulangan pengungsi yang terlibat konflik bisa terjamin keamanannya.

Selain menggelar rapat terbatas, presiden bersama dengan ibu negara, Ani Yudhoyono melakukan penanaman pohon sawo kecik (manikara kauki). Pohon setinggi 1,5 meter tersebut ditanam berdampingan berjarak sekitar tiga meter di sisi timur pendopo.(ant/bh)