Satwa Tunggang KBS Dapat Libur 5 Hari

Satwa Tunggang KBS Dapat Libur 5 Hari

 

Ramai pemberitaan satwa Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, yang dapat jatah libur setiap Senin, ternyata satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) tak kalah beruntung. Sejak KBS diambil alih Pemkot Surabaya melalui Perusahaan Daerah Taman Satwa, satwa-satwa tunggang tak diforsir meladeni pengunjung.

“Gajah itu dulu bisa ditunggangi setiap hari. Sejak Juli, cuma hari Sabtu-Minggu saja,” tutur Direktur Utama KBS, Ratna Achjuningrum, Rabu (19/2/2014). Ini artinya, dalam seminggu satwa kebun binatang tertua di Indonesia itu dapat jatah libur 5 hari.

Sementara itu, selain satwa tunggang, tetap dikeluarkan ke kandang peraga pada jam kerja pegawai. Meski begitu, mereka tak akan stress. Direktur Operasional, drh Liang Kaspe mengungkapkan, satwa-satwa koleksi KBS sudah terbiasa dekat dengan lingkungan manusia.

“Jadi nggak ada itu istilah libur atau ndak libur,” katanya. Liang menjelaskan, KBS biasanya akan mengalami lonjakan pengunjung pada Sabtu dan Minggu saja. Sehingga, pada hari-hari sebelumnya satwa ‘libur’ dari keramaian manusia.

Liang juga menyatakan, musik yang diperdengarkan di area KBS tak akan mengganggu satwa. “Mereka itu sudah terbiasa. Mereka bukan lagi satwa yang benar-benar liar. Sudah jinak,” tambahnya.

Meski baru mengantongi izin prinsip, pihak KBS berwenang melakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana. Sementara itu, pengelolaan satwa dilakukan dengan berkordinasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jatim.

Pihak lain yang juga membantu operasional KBS ialah Dinas Pertanian (Dintan) Surabaya. Kepala Dintan, Sigit Sugiharsono mengungkapkan, pihaknya menurunkan tim ahli terdiri dari 1 dokter hewan senior dan 2 pegawai dinas pertanian yang memiliki latar belakang perilaku hewan. Tim ini, lanjutnya, urun tenaga melakukan pengawasan terhadap satwa. Terutama yang menunjukkan tanda-tanda kesehatan yang kurang baik.

“Sejak pukul 08.00-13.00, tim kami keliling memantau kindisi satwa. Kalau ada yang tidak beres, kami laporkan langsung ke PD TS,” ujar Sigit. Ini dilakukan, mengingat dalam sebulan ini jumlah kematian satwa akibat kembung kian meningkat. “KBS kan luas sekali. Kami bantu agar satwa yang sakit segera tertangani,” tukasnya.(wh)