Satukan Suara, Risma Undang Pedagang Pasar Turi

Satukan Suara, Risma Undang Pedagang Pasar Turi
Pedagang Pasar Turi melakukan diskusi bersama Pemkot Surabaya di lantai 6, Graha Sawunggaling Surabaya, Jumat (7/11/2014).

Pemerintah Kota Surabaya untuk bisa memutus kontrak dengan investor Pasar Turi Baru (PTB) kian digenjot.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengundang 500 pedagang dari 6 perhimpunan pedagang Pasar Turi di lantai 6, Graha Sawunggaling Surabaya, Jumat (7/11/2014) sore.

Dalam diskusi terbuka pukul 15.00 tersebut, Risma menegaskan bahwa pemkot ada upaya hukum yang harus dijalani jika benar-benar ingin memutus kontrak disepakati.

“Apa ini (pedagang Pasar Turi yang datang) sudah terwakili? Makanya, saya sampaikan agar masing-masing kelompok diundang 50 perwakilannya. Saya siapkan 500 kursi. Saya ingin kita satu suara,” kata Risma yang disambut teriakan tanda setuju.

Risma lalu secara pribadi mendukung agar pedagang Pasar Turi dan bisa memutus kontrak dengan PT Gala Bumi Perkasa. “Ini bukan untuk kepentingan saya pribadi, tapi untuk kepentingan kalian,” tegasnya.

Risma pun berharap dari 3.780 pedagang Pasar Turi dapat satu suara dengan Pemkot Surabaya. Ini karena dari data yang dihimpun Pemkot Surabaya sebanyak 55 pedagang Pasar Turi diputus kontrak secara sepihak oleh PT Gala Bumi Perkasa. “Salah itu,” teriak pedagang.

“Oke, kalau salah saya minta datanya, oke,” cetus Risma dengan  sedikit emosi lantaran pedagang yang sering teriak-teriak.

Risma melanjutkan, dari laporan jajarannya dari 4.330 target jumlah stan, PT Gala Bumi Perkasa hanya merealisasikan 4.143 stan saja. Artinya sebanayak 187 stan belum dibangun oleh PT Gala Bumi Perkasa.

“Instalasi listrik dan air juga belum ada penyambungan. Generator AC belum selesai, saluran pematusan belum terhubung dengan induk pembuangan. Apa ini benar?” tanya Risma dijawab dengan teriakan sepakat. (wh)