Satu  Jamaah Indonesia Korban Crane Belum Teridentifikasi

 

Jumlah Jamaah Haji  Indonesia Meninggal jadi 10 Orang

Crane Jatuh di Mekkah

Jumlah Jamaah Haji Indonesia Meninggal jadi 10 Orang

Seorang jamaah haji Indonesia yang menjadi korban ambruknya crane di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi hingga kini belum teridentifikasi. “Satu lagi yang diperbincangkan agak lama terkait dengan satu jamaah korban crane yang belum teridentifikasi,” kata Ketua Komisi VIII Saleh P Daulay dalam jumpa persnya, Mekah, Arab Saudi, Kamis (17/9/2015).

Saleh mengatakan, ada dua jenazah di rumah sakit milik Pemerintah Arab Saudi yang diduga berkewarganegaraan Indonesia.  “Proses identifikasi sedang dilakukan. Rumah Sakit Arab Saudi sedang mengambil DNA yang bersangkutan untuk dicocokan dengan keluarganya,” kata Saleh.

Ia mendesak Kementerian Agama untuk mendorong agar proses verifikasi DNA jenazah yang diduga asal Indonesia tersebut, agar pihak keluarga memperoleh kepastian dan lebih tenang.  “Hal-hal seperti ini harus ditangani dengan cepat, karena menyangkut ketenangan keluarga di Tanah Air dan itu tanggung jawab negara,” ujar Saleh yang datang bersama anggota Komisi V dan Komisi IX untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan haji tahun ini.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membenarkan ada korban yang sulit diidentifikasi melalui pemeriksaan fisik. Proses identifikasi hanya dapat dilakukan melalui tes deoxyribonucleic acid (DNA).

Lukman mengatakan masalah ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah, untuk memperkuat identitas jamaah Indonesia dengan DNA atau cara lain untuk memudahkan identifiaksin pada penyelenggaraan haji mendatang. Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.

Selama itu, kata Lukman, identifikasi jenazah meninggal karena sakit atau penyebab lainnya harus menggunakan gelang. Gelang yang dikenakan jemaah haji Indonesia berbeda dengan jemaah asal negara lain.

Menurut Lukman, gelang jemaah terbuat dari tembaga untuk mengantisipasi jemaah menjadi korban kebakaran. Ketika korban tidak bisa teridentifikasi, gelang tembaga yang antiapi memudahkan proses identifiaksi.  “Kalau gelangnya tidak bisa dikenali maka ada cara lain untuk memudahkan identifikasi,” ujar Lukman. (ant/lp6)