Satu Hari, 50 Orang Meninggal Karena AIDS

Satu Hari, 50 Orang Meninggal Karena AIDS

Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti di UKWMS tentang bahaya narkoba, Senin (22/8/2016).

Penyebaran narkoba di Jawa Timur luar biasa dan hal tersebut dapat meningkatkan jumlah penderita HIV Aids karena dalam mengkonsumsi narkoba menggunakan alat penyuntik secara bergantian. Seperti apa yang dikatakan dokter yang bertugas di RSUD Dr.Soetomo, dr Erwin Astha Triyono.

“Saat ini penderita HIV/AIDS di daerah Jawa Timur sudah menempati posisi ke-2 terbanyak se-Indonesia. Dalam satu hari, ada 50 orang di Indonesia yang meninggal akibat HIV Aids,” kata dr Erwin Astha Triyono dalam acara seminar yang digelar oleh Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) bekerjasama dengan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Pemerintah Kota Surabaya serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dengan tema Peningkatan Pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS, Kenakalan Remaja &  Narkoba, Senin (22/8/2016).

Erwin juga menjelaskan bahwa penularan HIV/AIDS bisa melalui seks bebas dan juga narkoba suntik. Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada para mahasiswa yang hadir untuk tidak melakukan hal-hal yang “berlebihan” saat masih berpacaran.

Menurutnya, yang terpenting untuk mencegah virus HIV/AIDS masuk ke dalam tubuh seseorang adalah tidak melakukan hubungan seks bebas di luar pernikahan. Jika seseorang sudah terkena HIV/AIDS, lanjut Erwin, penderita tersebut harus menuruti aturan dokter dan rajin meminum obat yang diberikan. “Bagi yang sudah terkena sebaiknya intensif berobat,” ujarnya.

Acara yang berlangsung di Auditorium A301 ini juga menghadirkan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya, AKBP Suparti yang menyampaikan materi mengenai penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, dalam beberapa kasus yang pernah ia tangani, Suparti mengaku miris dengan banyaknya pecandu narkoba tanpa pandang bulu.

“Bahkan, saya sempat menangkap lulusan sarjana hukum bekerja sebagai pengedar narkoba bersama sang istri,” kata Suparti.