Satu Bayi Kembar Siam Ponorogo Meninggal

Satu Bayi Kembar Siam Ponorogo Meninggal
HARUS TABAH: Kedua orang tua Aldo, bayi kembar siam asal Ponorogo, di RSUD Dr Soetomo. avit hidayat/enciety.co

Kendati diprediksikan akan bertahan hidup, salah satu kembar siam Ponorogo, Aldo Wahyu Pratama, meninggal oleh di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Kamis (21/8/2014).

Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD Dr Soetomo Surabayadr Agus Harianto kepada menjelaskan belum diketahui penyebab kematian bayi kelahiran 16 Juni 2014 tersebut. “Aldo meninggal pukul 15.13 WIB,” terangnya

Menurut Agus, meski kondisi Aldo lebih stabil dibandingkan Aldi Wahyu Pratama (saudaranya), namun risiko kematian tetap saja bisa terjadi. “Apalagi Aldo juga mempunyai kelainan kompleks, yakni dempet dada. Ditambah berat badan yang kurang (2,5 kilogram) membuat Aldo mengalami cardiac arrest atau kematian mendadak akibat hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba,” jelasnya.

Dijelaskan Agus, pihaknya selalu memantau kondisi Aldo selama ini. Pihak PPKST juga mengaku optimistis bahwa Agus akan lebih bisa bertahan hidup dibanding saudaranya. “Ternyata tuhan berkehendak lain. Kami atas nama rumah sakit RSUD Dr Soetomo Surabaya turut berbela sungkawa,” akunya.

Untuk mengetahui pasti penyebab kematian Aldo secara medis, pihak PPKST juga menawarkan agar dilakukan otopsi untuk jenazah Aldo. Namun pihak keluarga bayi kembar siam enggan melakukannya dan memilih disemayamkan di rumah duka Ponorogo. “Keluarga (kembar siam, red) menolak otopsi, kami sudah menawarkan itu,” ungkapnya.

Dari pantauan enciety.co di ruang jenazah RSUD Dr Soetomo Surabaya Kamis sore, terlihat kedua orang tua Aldo, Sukoto dan Puji Astuti. Mereka tampak terpukul dengan kejadian ini. “Maaf ya mas, kami sedang berduka,” pinta Sukoto kepada awak media yang memotret sembari memeluk istrinya yang menangis.

Agus melanjutkan, pihaknya juga mengaku telah mengantarkan jenazah Aldo ke rumah duka. “Sekarang kami mengantarkan jenazah Aldo ke Ponorogo. Kami juga menanggung seluruh biaya pemakaman Aldo,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi Aldi sampai saat ini dinyatakan Agus masih kritis. Aldi yang mengalami kelainan jantung harus berjuang untuk bertahan hidup dengan dibantu obat-obatan untuk menstabilkan kondisinya. “Dibanding Aldo, kondisi Aldi lebih memprihatinkan. Tapi ternyata Aldo yang harus berpulang,” tandasnya. (wh)