Satpol PP Ancam Tutup Minimarket yang Jual Minuman Beralkohol

Satpol PP Ancam Tutup Minimarket yang Jual Minuman Beralkohol
Minimarket di seluruh Surabaya terancam disanksi jika tidak mengindahkan pelarangan menjual alkohol berkadar di atas 5 persen hingga 16 April mendatang.

Jelang diberlakukannya pelarangan minimarket menjual minuman beralkohol dengan kadar melebihi 5 persen, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota siaga.

Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto menegaskan akan menutup minimarket yang terbukti melanggar aturan.

Irvan menegaskan selama ini banyak yang beredar di seluruh Surabaya minimarket melanggar aturan, bahkan tidak memiliki izin. Karena itu bersamaan dengan pelarangan menjual minuman beralkohol dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait.

“Kami juga meminta bantuan seluruh jajaran SKPD terkait untuk mendata jumlah minimarket di Surabaya. Bahkan, kami meminta bantuan camat hingga pihak kelurahan untuk mengecek jumlah pasti minimarket agar mempermudah kami dalam melakukan pengawasan nantinya,” bebernya saat ditemui setelah melakukan hearing bersama DPRD Surabaya, Selasa (22/2/2015).

Sementara ini, kata Irvan jumlah minimarket di seluruh Surabaya yang sudah terdata mencapai 667 tempat. Di antaranya sebanyak 234 Alfamart, 293 Indomaret, 3 Alfa Xpress, 9 Rajawalimart, 7 Superindo, 42 Alfamidi, 15 Circle K, dan beberapa nama lainnya yang berjumlah 64.

“Ternyata dari jumlah sebanyak itu, yang tidak berizin mencapai 411 outlet. Sedangkan 104 di antaranya sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan 107 lainnya sudah melengkapi perizinan dan peraturan,” tambahnya.

Untuk memudahkan pengawasan dan pelaksanaan penertiban minimarket bebas dari minuman beralkohol, Irvan menegaskan akan memanggil para pengusaha minimarket. Sejak tiga minggu lalu, pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada pengusaha Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi. Tapi sayangnya, ketiga pengusaha itu mangkir sampai tiga kali pemanggilan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, Widodo Suryantoro menjelaskan, pihaknya akan bekerjasama dengan Satpol PP Surabaya untuk melakukan sidak dan penindakan terhadap minimarket yang melanggar aturan. Untuk itu pihaknya meminta agar pengusaha segera mengosongkan rak minuman beralkohol hingga 16 April mendatang.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 jika memang tetap melanggar maka kita akan menindak, bahkan hingga melakukan pencabutan izin atau penutupan,” tegasnya. (wh)