Sanggupkah Prancis Tahan Cabikan Elang Super Nigeria?

 

Sanggupkah Prancis Tahan Cabikan Elang Super Nigeria?

Juara Piala Dunia 1998 Prancis akan berhadapan dengan Nigeria dalam babak perempat final yang akan dimainkan di Estádio Nacional de Brasilia, Brasília Senin (30/6/2014) malam ini. Laga ini akan disiarkan langsung ANTV dan TV One mulai pukul 23.00 WIB

Prancis yang sekarang sudah berbeda. Setelah bertahun-tahun mengalami masalah dengan disiplin para pemainnya, kini, Didier Deschamps berhasil meramu sebuah tim yang solid, kolektif, menghormati pelatih meskipun “minim” pemain bintang.

Pada Piala Dunia 2010, Prancis menjadi juru kunci grup karena para pemain –Louis Saha, Franck Ribery, Thierry Henry dan Nicolas Anelka– memberontak terhadap pelatih Raymond Domenech.

Sekarang, Prancis yang harus bersusah payah di babak playoff untuk bermain di piala dunia, berhasil menjadi juara grup setelah sukses menekuk Honduras 3-0, Swiss 5-2, dan seri 0-0 dengan Ekuador. Mereka mampu melakukan hal tersebut tanpa Franck Ribery yang cedera dan Samir Nasri yang tidak dipanggil karena mengkritik Deschamps.

Atmosfir di tim Ayam Jantan sedang bagus dan mereka memiliki kepercayaan tinggi.

“Memiliki ambisi itu adalah hal yang bagus dan karena itulah kami di sini. Namun untuk menjadi juara dunia adalah ambisi yang terlalu tinggi bahkan buat kami. Kepercayaan diri jangan menjadi kesombongan karena itu bisa menjadi senjata makan tuan,” kata Yohan Cabaye, gelandang Prancis.

Lawan yang dihadapi Prancis kali ini bukanlah lawan mudah. Di babak grup, Prancis terkadang memainkan tiga hingga empat gelandang tengah untuk merusak ritme lawan. Dua kali mereka meraih “clean sheet” dan sukses mencetak delapan gol.

Tim Elang Super Nigeria adalah tim yang memainkan serangan balik dengan sangat cepat. Nigeria menunjukkan permainan terbaik mereka saat kalah melawan Argentina 2-3. Ahmed Musa mencetak dua gol. Kecepatan Musa, Emanuele Emenike, dan Peter Odemwingie adalah ancaman besar bagi para bek sayap Prancis yang senang membantu serangan.

“Mereka adalah juara Afrika dan beberapa pemain mereka bermain untuk klub-klub besar di Eropa. Mereka adalah tim yang berbahaya dan kami harus bermain sabar,” kata Bacary Sagna, bek kanan Prancis.

Melawan Nigeria, Deschamps kemungkinan akan kembali memainkan duet Karim Benzema dan Mathieu Valbuena di depan, dengan Olivier Giroud sebagai “impact sub”. Gelandang-gelandang tengah Prancis seperti Paul Pogba, Blaise Matuidi, dan Mousa Sissoko sangat cocok meredam serangan Nigeria.

Akan tetapi, masalah Prancis ada di belakang. Bek Mamadou Sakho diragukan tampil karena cedera hamstring. Laurent Koscielny siap dimainkan bersama Raphael Varane di bek tengah.

Di kubu Nigeria, berhembus kabar tidak sedap. Masalah indisipliner yang menjatuhkan Prancis empat tahun lalu, ironisnya, kini dialami Nigeria. Para pemain dikabarkan mogok latihan karena masalah bonus.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan sampai turun tangan untuk memastikan bahwa para pemain akan mendapatkan bonus yang dijanjikan ketika turnamen selesai. (bst/ram)

Perkiraan susunan pemain:

Prancis (4-3-3): Lloris – Evra – Koscielny – Varane – Sagna – Matuidi – Cabaye – Pogba – Griezmann – Benzema – Valbuena

Nigeria (4-5-1): Enyeama – Omeruo – Oshaniwa – Yobo – Ambrose – Babatunde – Mikel – Onazi – Musa – Odemwingie – Emenike