Samudera, Kolam & Akuarium

Mentalitas Penonton

Samudera, Kolam & Akuarium

*Suwandono                                                  …

“Jika ingin mendapat ikan besar, carilah di samudera, jangan di kolam!” ucap seorang Tau Ge (baca: Dauke, orang kaya-Mandarin) ketika menjamu saya di sebuah restaurant sea food di Surabaya.

Ucapan itu sebagai respons kekaguman saya melihat antrean orang yang ingin memanjakan lidah di tempat itu. Padahal, banderol harganya amat mahal. Untuk makan malam bertiga saja, kolega saya harus merogoh kocek lebih dari enam ratus ribu rupiah. Meski tersedia puluhan meja, tetap saja antriannya mengular.

Menurut sang Tau Ge, rata-rata keuntungan bersih dari restauran itu tidak kurang dari Rp 25 juta per hari. Di Surabaya ada dua outlet, berarti keuntungan si pengusahanya berkisar Rp 50 juta per hari, Rp. 1.500.000.000 per bulan. Penghasilan sebesar itu cukup untuk menggaji 21 Presiden Republik Indonesia yang hanya Rp. 70 juta sebulan. Kekaguman saya kian berlipat ketika tau jika bisnis itu awalnya hanya warung kecil yang numpang di atas selokan.

Upaya mencari nafkah hampir identik dengan aktivitas mencari ikan. Samudera, sungai, danau dan kolam merupakan pilihan tempat untuk menangkap ikan. Masing-masing memiliki karakter, tantangan, kenikmatan serta risiko yang berbeda. Tergantung mau memilih yang mana. Logikanya, jika ingin mendapat ikan paus maka harus berburu di samudera. Meski awalnya mungkin hanya bisa menangkap ikan teri, tetap terbuka peluang memperoleh paus di kesempatan berikutnya. Hanya orang kurang waras yang berharap mendapat ikan seukuran paus di sungai atau kolam.

Logika itu berlaku pula untuk urusan mencari nafkah. Samudera, sungai, danau dan kolam bisa diartikan sebagai pilihan profesi atau lokasi untuk membangun bisnis. Penghasilan fantastis restauran sea food itu hampir mustahil diperoleh bila membuka outlet di kota kecil, bisa-bisa nasibnya seperti kuburan. Sepi dan senyap, tak ada orang yang datang bila tidak terpaksa. Jika memaksa datang, pasti dengan raut wajah sedih karena harus membayar amat mahal.

Selanjutnya klik DISINI