Sampoerna Retail Community Bantu 1.530 Toko Kelontong

Sampoerna Retail Community Bantu 1.530 Toko Kelontong

Launching program Sinau Kelontong Surabaya. foto: humas pemkot surabaya

Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Sampoerna Retail Community (SRC) dalam mengembangkan toko kelontong. SRC merupakan Toko Kelontong Masa Kini yang tergabung dalam program kemitraan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS). Kolaborasi ini ditandai dengan launching program Sinau Kelontong Surabaya (SKS) di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (12/10/2021).

Wali Kota Eri mengatakan, pihaknya menyadari punya kewajiban menjalankan roda ekonomi melalui toko kelontong . Namun, ia juga sadar Pemkot Surabaya tidak bisa berjalan sendiri karena ada keterbatasannya. Sehingga hadirlah kerja sama dengan PT SRCIS ini untuk meningkatkan kualitas semua toko kelontong di Surabaya.

“Semua toko kelontong di Surabaya akan diajarkan dalam melakukan peningkatan penjualan. Kita berkolaborasi dengan PT SRCIS melakukan pendampingan toko kelontong. Karena kemajuan teknologi ini sangat berpengaruh betul pada penjualan,” katanya.

Menurutnya, jika toko kelontong diedukasi dan ditata rapi akan lebih hebat lagi dari sekarang. Bahkan, ia berharap toko kelontong bisa menjadi tempat yang nyaman bagi warga yang dalam berbelanja.

Apalagi, lanjut dia, mulai dari wali kotanya hingga seluruh staf Pemkot Surabaya harus belanja kebutuhan sehari-harinya di toko kelontong Surabaya. Saat ini, ada sekitar 15 ribu ASN Pemkot Surabaya. Kalau setiap ASN dalam sebulan belanja rata-rata Rp 2 juta, diperkirakan ada Rp 30 miliar uang yang akan berputar di toko kelontong Surabaya tiap bulannya.

“Kenapa saya wajibkan semua ASN belanja di toko kelontong? Karena gaji kita dapat dari jenengan yang bayar pajak dan lain-lain. Makanya, uang warga Surabaya itu harus bergerak di Kota Surabaya dan harus bermanfaat kembali kepada warga,” ujarnya

“SRC ini akan kita sinergikan dengan e-peken yang sudah kita buat. Ini bukan persaingan, tapi bersinergi untuk membina dan meningkatkan UMKM. Kalau ada toko kelontong yang masih belum terdata atau belum terdaftar, silakan daftar lewat aplikasi e-peken dan melaporkan kepada lurah dan camat untuk dimasukkan ke dalam data kami,” tegasnya.

Direktur SRCIS Rima Tanago mengatakan program SKS adalah pembinaan toko kelontong secara berkelanjutan. Ini agar di tengah perkembangan zaman seperti ini, mereka juga bisa bertahan dan lebih maju.

“Jadi, kita melihat ada visi misi yang sama untuk memajukan toko kelontong, sehingga kita berkolaborasi melalui program SKS ini,” kata Rima.

Kata dia, di Surabaya ada sekitar 1.530 toko kelontong yang bekerja sama dengan SRCIS. Ke depan, ia memastikan akan ada kelas-kelas edukasi yang akan menyasar 12 kecamatan.

“Sementara kita akan jalan dulu di 12 kecamatan di Surabaya. Kita akan edukasi mulai dari penataan toko supaya rapi, bersih, terang dan supaya konsumen berbelanja merasa nyaman,” ujarnya.

Bahkan, ke depan juga akan ada edukasi tentang digitalisasi, seperti berbelanja dengan aplikasi, menyediakan promosi untuk konsumen dan berbagai edukasi lainnya. Sedangkan kelas-kelasnya itu nanti akan ada daring maupun dilihat langsung ke lapangan. “Jadi, nanti ada kelas edukasi berbagai macam seri,” pungkasnya. (wh)